Selamat Datang di Web Edukasi Pussainsa

mulai

Artikel Spesifik

img
Komet Neowise atau C/2020 F3 adalah komet yang pertama kali diamati oleh wahana antariksa NEOWISE (Near Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer) milik NASA pada 27 Maret 2020 silam. Komet ini mencapai perhelion pada 3 Juli 2020 malam hari dengan magnitudo visual mencapai +1,06. Komet ini berhasil diamati dan diabadikan oleh astrografer (sebutan...
img
Tanggal 3 Juli 2020 pukul 16.20.06 Universal Time atau 23.20.06 WIB, Komet C/2020 F3 atau Neowise berada pada titik terdekat dengan Matahari pada jarak 44,1 juta kilometer dan jarak dari Bumi sekitar 172,64 juta kilometer. Sedangkan, Komet ini akan berada pada titik terdekat Bumi pada tanggal 23 Juli 2020 pukul 02.41.30 Universal Time atau 09.41.30...
img
Mungkin para Sahabat EduSains bertanya-tanya, apakah kita bisa melihat kelengkungan Bumi dari luar angkasa? Berapa ketinggian minimalnya? Jawabannya akan Sahabat temukan di artikel ini. Bisa jadi, Sahabat masih ingat dengan rumus Daya Urai Rayleigh yang pernah Sahabat pelajari ketika duduk di bangku SMA. Secara umum, daya urai atau daya resolusi Rayleigh...
img
Ada beberapa cara untuk menentukan dimensi komet yang mana terdiri dari lebar koma (badan komet), lebar nukleus (inti komet) dan panjang inti komet. Salah satunya akan penulis jabarkan pada artikel ini. Tentukan gambar yang ingin dianalisis dimensi kometnyaGambar 1. Citra Komet C/2020 F3 (Neowise) yang dipotret di Balai Pengelola Observatorium Nasional...
img
Komet C/2020 F3 atau dikenal dengan komet Neowise telah melewati titik terdekat dengan Matahari dan Bumi berturut-turut pada tanggal 3 dan 25 Juli silam. Seiring dengan menjauhnya komet ini terhadap Matahari dan Bumi, komet ini akan tampak kian meredup. Meskipun demikian, apakah komet ini dapat disaksikan dengan teleskop pada bulan ini di Indonesia...
img
Halo, Sahabat EduSainsa semua! Kali ini, penulis akan mengulas mengenai waktu ibadah bagi umat Muslim di lintang tinggi. Sahabat mungkin sudah mengetahui lima waktu ibadah dalam agama Islam dan penentuannya dapat dilakukan dengan perhitungan astronomis. Subuh: Ketika fajar astronomis terbit (ketinggian Matahari = 18 derajat di bawah ufuk) Zuhur:...
img
Sahabat Edusainsa, tepat sebulan lagi, kita akan menjumpai fenomena Solstis Desember. Fenomena ini merupakan fenomena yang mana Matahari terletak paling Selatan ketika tengah hari. Seperti yang Sahabat kenal selama ini, ketika solstis Desember, panjang siang akan lebih singkat dibandingkan dengan panjang malam bagi Sahabat yang tinggal di belahan Bumi...
img
Halo, Sahabat Edusainsa semua! Sebentar lagi, Ramadan akan berakhir dan kita akan menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Bagaimana penentuan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah secara astronomis? Berikut ulasannya: Beberapa hari mendatang, sidang isbat akan diselenggarakan untuk menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul...