Akankah Matahari Selalu Terbit dan Terbenam Lebih Cepat Maupun Lambat Ketika Solstis?

Oleh Andi Pangerang
21 November 2020

Sahabat Edusainsa, tepat sebulan lagi, kita akan menjumpai fenomena Solstis Desember. Fenomena ini merupakan fenomena yang mana Matahari terletak paling Selatan ketika tengah hari. Seperti yang Sahabat kenal selama ini, ketika solstis Desember, panjang siang akan lebih singkat dibandingkan dengan panjang malam bagi Sahabat yang tinggal di belahan Bumi bagian Utara. Sebaliknya di belahan Bumi bagian Selatan, panjang siang akan lebih lama dibandingkan dengan panjang malam.

Selain solstis Desember, setiap tahun Bumi juga mengalami Solstis Juni, yakni fenomena yang mana Matahari terletak paling Utara ketika tengah hari. Ketika solstis Juni, panjang siang akan lebih lama dibandingkan dengan panjang malam bagi Sahabat yang tinggal di belahan Bumi bagian Utara. Sebaliknya di belahan Bumi bagian Selatan, panjang siang akan lebih singkat dibandingkan dengan panjang malam.

Akan tetapi, apakah Matahari terbit lebih cepat di belahan Utara ketika solstis Juni maupun belahan Selatan ketika solstis Desember, dan Matahari terbit lebih lambat di belahan Selatan ketika solstis Juni maupun belahan Utara ketika solstis Desember? Apakah Matahari terbenam lebih cepat di belahan Utara ketika solstis Desember maupun belahan Selatan ketika solstis Juni, dan Matahari terbenam lebih lambat di belahan Selatan ketika solstis Desember maupun belahan Utara ketika solstis Juni?

Penulis sudah pernah membahas tentang Perata Waktu dan macam-macam waktu di tulisan sebelumnya dan dapat disimak di sini. Meskipun demikian, penulis akan ulangi sedikit penjelasan tersebut. Perata waktu adalah selisih antara waktu Matahari rata-rata dengan waktu Matahari sejati. Waktu Matahari sejati adalah waktu yang berpatokan pada posisi Matahari sebenarnya, sedangkan waktu Matahari rata-rata adalah waktu yang berpatokan pada posisi Matahari rata-rata.

Jika menggunakan waktu Matahari sejati, memang betul Matahari akan terbit lebih cepat di belahan Utara ketika solstis Juni maupun belahan Selatan ketika solstis Desember, dan Matahari terbit lebih lambat di belahan Selatan ketika solstis Juni maupun belahan Utara ketika solstis Desember. Sedangkan, Matahari terbenam lebih cepat di belahan Utara ketika solstis Desember maupun belahan Selatan ketika solstis Juni, dan Matahari terbenam lebih lambat di belahan Selatan ketika solstis Desember maupun belahan Utara ketika solstis Juni. Akan tetapi, di keseharian kita menggunakan waktu lokal atau waktu terzonasi. Apakah pernyataan di awal paragraf tetap konsisten jika menggunakan waktu lokal?

Penulis telah merangkumnya ke dalam sebuah tabel yang berisi waktu terbit dan terbenam minimum dan maksimum Matahari selama tahun 2021 untuk setiap lintang mulai 65 derajat Lintang Utara hingga 65 derajat Lintang Selatan untuk Bujur 1050BT. Zona waktu yang digunakan adalah Universal Time +7 jam.

Tabel 1.a. Variasi Waktu Terbit dan Terbenam Matahari Selama Tahun 2021 untuk Bujur 1050BT

Lintang
Utara
Matahari Terbit
Matahari Terbenam
Lintang
Selatan
Matahari Terbit
Matahari Terbenam
min
max
min
max
min
max
min
max
65
1.00.31
10.11.17
13.45.09
23.02.58
65
0.56.20
10.14.26
13.49.02
23.00.05
21 Jun
24 Des
19 Des
21 Jun
20 Des
22 Jun
19 Jun
23 Des
60
2.35.29
9.03.23
14.53.04
21.27.59
60
2.30.55
9.05.57
14.57.31
21.25.31
19 Jun
27 Des
16 Des
23 Jun
17 Des
24 Jun
18 Jun
26 Des
55
3.20.09
8.25.03
15.31.24
20.43.19
55
3.15.12
8.27.11
15.36.17
20.41.15
18 Jun
29 Des
14 Des
24 Jun
15 Des
25 Jun
17 Jun
28 Des
50
3.50.08
7.58.25
15.58.03
20.13.20
50
3.44.48
8.00.08
16.03.20
20.11.40
17 Jun
31 Des
12 Des
25 Jun
13 Des
26 Jun
16 Jun
30 Des
45
4.12.36
7.38.12
16.18.17
19.50.51
45
4.06.52
7.39.28
16.23.59
19.49.38
15 Jun
2 Jan
10 Des
26 Jun
11 Des
27 Jun
15 Jun
1 Jan
40
4.30.31
7.21.59
16.34.32
19.32.56
40
4.24.21
7.22.46
16.40.41
19.32.10
14 Jun
4 Jan
8 Des
27 Jun
8 Des
28 Jun
13 Jun
4 Jan
35
4.45.26
7.08.28
16.48.05
19.18.00
35
4.38.47
7.08.43
16.54.43
19.17.46
13 Jun
7 Jan
5 Des
29 Jun
6 Des
30 Jun
12 Jun
6 Jan
30
4.58.15
6.56.54
16.59.43
19.05.10
30
4.51.05
6.56.31
17.06.54
19.05.32
11 Jun
10 Jan
2 Des
1 Jul
3 Des
1 Jul
10 Jun
9 Jan
25
5.09.34
6.46.46
17.09.55
18.53.49
25
5.01.47
6.45.40
17.17.44
18.54.54
9 Jun
13 Jan
29 Nov
2 Jul
30 Nov
3 Jul
8 Jun
12 Jan
20
5.19.45
6.37.46
17.19.01
18.43.36
20
5.11.15
6.35.49
17.27.33
18.45.31
6 Jun
17 Jan
26 Nov
5 Jul
27 Nov
6 Jul
5 Jun
16 Jan
15
5.29.04
6.29.43
17.27.11
18.34.14
15
5.19.43
6.26.43
17.36.35
18.37.10
3 Jun
22 Jan
21 Nov
8 Jul
22 Nov
9 Jul
2 Jun
21 Jan
10
5.37.39
6.22.31
17.34.34
18.25.34
10
5.27.20
6.18.15
17.44.58
18.29.45
29 Mei
27 Jan
16 Nov
12 Jul
17 Nov
13 Jul
28 Mei
26 Jan
9
5.39.17
6.21.10
17.35.57
18.23.54
9
5.28.45
6.16.37
17.46.34
18.28.22
28 Mei
29 Jan
15 Nov
13 Jul
16 Nov
14 Jul
27 Mei
27 Jan
8
5.40.54
6.19.52
17.37.18
18.22.16
8
5.30.08
6.15.01
17.48.09
18.27.01
27 Mei
30 Jan
14 Nov
14 Jul
15 Nov
15 Jul
26 Mei
29 Jan
7
5.42.29
6.18.35
17.38.38
18.20.39
7
5.31.30
6.13.25
17.49.42
18.25.43
25 Mei
31 Jan
13 Nov
15 Jul
14 Nov
16 Jul
24 Mei
30 Jan
6
5.44.03
6.17.21
17.39.56
18.19.04
6
5.32.49
6.11.52
17.51.14
18.24.26
24 Mei
2 Feb
11 Nov
16 Jul
13 Nov
18 Jul
23 Mei
31 Jan
5,4025
5.44.58
6.16.37
17.40.41
18.18.07
5,4025
5.33.36
6.10.56
17.52.08
18.23.42
23 Mei
3 Feb
11 Nov
17 Jul
12 Nov
18 Jul
22 Mei
1 Feb
5,2814
5.45.09
6.16.29
17.40.50
18.17.56
5,2814
5.33.45
6.10.45
17.52.02
18.23.33
24 Okt
3 Feb
10 Nov
17 Jul
12 Nov
19 Jul
23 Okt
1 Feb
5
5.44.55
6.16.09
17.41.11
18.17.30
5
5.34.07
6.10.19
17.51.48
18.23.12
25 Okt
3 Feb
10 Nov
18 Jul
 
11 Nov
19 Jul
23 Okt
2 Feb
4
5.44.02
6.14.58
17.42.25
18.15.57
4
5.35.22
6.08.48
17.50.56
18.22.00
27 Okt
5 Feb
9 Nov
19 Jul
10 Nov
20 Jul
26 Okt
3 Feb
3,2825
5.43.22
6.14.09
17.43.17
18.14.52
3,2825
5.36.15
6.07.43
17.50.17
18.21.10
28 Okt
6 Feb
8 Nov
20 Jul
9 Nov
19 Feb
27 Okt
5 Feb
3,1742
5.43.16
6.14.02
17.43.25
18.14.52
3,1742
5.36.23
6.07.49
17.50.11
18.21.03
28 Okt
6 Feb
8 Nov
17 Feb
9 Nov
19 Feb
27 Okt
5 Feb
3
5.43.06
6.13.50
17.43.37
18.14.51
3
5.36.35
6.07.57
17.50.01
18.20.51
29 Okt
6 Feb
7 Nov
17 Feb
8 Nov
18 Feb
28 Okt
5 Feb
2
5.42.07
6.12.45
17.44.47
18.15.43
2
5.37.46
6.08.49
17.49.03
18.19.44
31 Okt
8 Feb
6 Nov
14 Feb
7 Nov
16 Feb
30 Okt
7 Feb
1
5.41.06
6.11.42
17.45.54
18.16.39
1
5.38.55
6.09.44
17.48.03
18.18.39
2 Nov
10 Feb
4 Nov
12 Feb
5 Nov
14 Feb
1 Nov
8 Feb
0
5.40.02
6.10.41
17.47.00
18.17.38
 
4 Nov
12 Feb
2 Nov
10 Feb

 

Terlihat dari tabel tersebut bahwa semakin tinggi lintang, bahkan mendekati daerah lingkar kutub (lintang 66,50), maka Matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat ketika hari-hari di sekitar solstis Juni di belahan Utara dan di sekitar solstis Desember di belahan Selatan, sedangkan Matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat ketika hari-hari di sekitar solstis Desember di belahan Utara dan di sekitar solstis Juni di belahan Selatan.

Akan tetapi, semakin rendah lintang, bahkan mendekati katulistiwa (lintang 00), Matahari akan terbit dan terbenam lebih cepat di sekitar bulan Oktober-November dan Mei, serta terbit dan terbenam lebih lambat di sekitar bulan Januari-Februari dan Juli baik di belahan Utara maupun di belahan Selatan. Hal ini dikarenakan untuk daerah yang terletak di antara 110-130LU dan 110-130LS memiliki dua puncak maksimum dan dua lembah minimum baik ketika terbit maupun terbenam Matahari. Dua puncak dan dua lembah ini bersesuaian dengan grafik perata waktu yang memiliki dua puncak dan dua lembah di bulan-bulan yang relatif sama. Oleh karenanya, dapat terlihat pada tabel juga jika waktu terbit dan terbenam Matahari paling cepat bertukar dari Mei ke Oktober (dan sebaliknya) di sekitar lintang 50, sedangkan waktu terbit dan terbenam Matahari paling terlambar bertukar dari Juli ke Februari (dan sebaliknya) di sekitar lintang 30

Semakin bertambahnya lintang, bahkan mendekati lintang 110-130, salah satu dari masing-masing puncak maksimum dan lembah minimum memiliki perbedaan yang semakin kecil, bahkan di lintang 110LU menunjukkan titik stasioner atau titik belok pada grafik waktu terbenam Matahari sedangkan grafik waktu terbit Matahari masih memiliki dua puncak, dan lintang 110LS menunjukkan titik stasioner atau titik belok pada grafik waktu terbit Matahari sedangkan grafik waktu terbenam Matahari masih memiliki dua puncak. Sementara itu, di lintang 130LU menunjukkan titik stasioner atau titik belok pada grafik waktu terbit Matahari dan lintang 130LS menunjukkan titik stasioner atau titik belok pada grafik waktu terbenam Matahari. Jika lintang lebih besar dari 130, maka grafik terbit dan terbenam Matahari hanya memiliki satu puncak sebagaimana yang tertera pada gambar berikut.

Gambar 1.a. Grafik Waktu Matahari Terbit dan Terbenam untuk 110LU dan 110LS (Bujur 1050BT). Dokumentasi Pribadi.

Gambar 1.b. Grafik Waktu Matahari Terbit dan Terbenam untuk 130LU dan 130LS (Bujur 1050BT). Dokumentasi Pribadi.

Yang cukup unik adalah, grafik waktu terbit dan terbenam Matahari akan menemui ekuilibrium atau kesetimbangan jika Sahabat berada di lintang 008’ hingga 0037’ Lintang Utara. Hal ini dikarenakan, Matahari akan terbit dan terbenam lebih cepat pada tanggal 3 November sedangkan Matahari akan terbit dan terbenam lebih lambat pada tanggal 11 Februari. Hal ini bersesuaian dengan kurva perata waktu yang titik ekstrem maksimum dan minimumnya masing-masing pada tanggal 3 November dan 11 Februari. Sebagai catatan, jika perata waktu bernilai negatif atau minimum, maka tengah hari sebenarnya akan lebih lambat dari tengah hari rata-rata, sedangkan, jika perata waktu bernilai positif atau maksimum, maka tengah hari sebenarnya akan lebih cepat dari tengah hari rata-rata. Hal ini dapat disajikan pada tabel berikut (waktu dalam Universal Time + 7):

Tabel 1.b. Variasi Waktu Terbit dan Terbenam Matahari Selama Tahun 2021 untuk Bujur 1050BT

Lintang
Utara
Matahari Terbit
Matahari Terbenam
min
max
min
max
8'
5:40:11
6:10:49
17:46:51
18:17:30
3-Nov
11-Feb
3-Nov
11-Feb
18'
5:40:21
6:10:59
17:46:40
18:17:20
3-Nov
11-Feb
3-Nov
11-Feb
27'
5:40:31
6:11:08
17:46:31
18:17:11
3-Nov
11-Feb
3-Nov
11-Feb
37'
5:40:42
6:11:18
17:46:20
18:17:01
3-Nov
10-Feb
3-Nov
11-Feb

 

Bagaimana untuk kota-kota besar di Indonesia? Pada tanggal berapakah Matahari akan terbit atau terbenam lebih cepat maupun lebih lambat? Penulis sudah telah merangkumnya ke dalam sebuah tabel yang berisi waktu terbit dan terbenam minimum dan maksimum Matahari selama tahun 2021. Zona waktu pada masing-masing kota telah disesuaikan sesuai zona waktu yang semestinya.

Tabel 2. Variasi Waktu Terbit dan Terbenam Matahari Selama Tahun 2021 untuk Kota-Kota Besar di Indonesia

 

No.
Nama Kota
Matahari Terbit
Matahari Terbenam
min
max
min
max
1
Sabang
6.22.56
6.55.56
18.18.47
18.57.37
(UT+7) 
24 Mei
2 Feb
11 Nov
17 Jul
2
Banda Aceh
6.23.27
6.55.31
18.19.13
18.57.05
 (UT+7)
24 Mei
2 Feb
11 Nov
17 Jul
3
Medan
6.08.57
6.39.48
18.08.12
18.40.37
 (UT+7)
28 Okt
5 Feb
8 Nov
19 Jul
4
Gunungsitoli
6.11.04
6.41.40
18.15.15
18.46.03
 (UT+7)
1 Nov
9 Feb
4 Nov
13 Feb
5
Padang
5.57.34
6.28.21
18.06.34
18.37.11
 (UT+7)
5 Nov
13 Feb
1 Nov
9 Feb
6
Pekanbaru
5.54.53
6.25.30
18.00.47
18.31.28
 (UT+7)
3 Nov
11 Feb
3 Nov
11 Feb
7
Tanjungpinang
5.42.56
6.13.32
17.47.56
18.18.40
 (UT+7)
2 Nov
10 Feb
4 Nov
12 Feb
8
Natuna
5.31.08
6.02.04
17.29.43
18.03.00
 (UT+7)
27 Okt
5 Feb
8 Nov
19 Jul
9
Jambi
5.43.49
6.14.46
17.54.17
18.24.55
 (UT+7)
6 Nov
15 Feb
30 Okt
7 Feb
10
Bengkulu
5.46.34
6.19.26
18.01.42
18.32.42
 (UT+7)
9 Nov
21 Jul
26 Okt
4 Feb
11
Palembang
5.37.34
6.08.56
17.50.58
18.21.48
 (UT+7)
8 Nov
18 Feb
28 Okt
5 Feb
12
Pangkalpinang
5.33.12
6.04.16
17.44.43
18.15.24
 (UT+7)
7 Nov
16 Feb
29 Okt
6 Feb
13
Bandarlampung
5.32.32
6.09.56
17.51.04
18.22.41
 (UT+7)
12 Nov
18 Jul
22 Mei
1 Feb
14
Serang
5.28.06
6.07.26
17.46.29
18.19.59
 (UT+7)
13 Nov
18 Jul
23 Mei
31 Jan
15
Jakarta
5.25.09
6.04.49
17.43.31
18.17.20
 (UT+7)
13 Nov
17 Jul
23 Mei
31 Jan
16
Bandung
5.21.10
6.02.52
17.39.24
18.15.11
 (UT+7)
14 Nov
17 Jul
24 Mei
30 Jan
17
Semarang
5.09.49
5.51.44
17.28.02
18.04.01
 (UT+7)
14 Nov
16 Jul
24 Mei
30 Jan
18
Surakarta
5.07.27
5.51.01
17.25.33
18.03.09
 (UT+7)
14 Nov
16 Jul
25 Mei
29 Jan
19
Yogyakarta
5.08.57
5.53.14
17.27.00
18.05.18
 (UT+7)
15 Nov
16 Jul
25 Mei
29 Jan
20
Surabaya
5.00.09
5.42.49
17.18.19
17.55.02
 (UT+7)
14 Nov
16 Jul
25 Mei
30 Jan
21
Sumenep
4.56.03
5.38.00
17.14.15
17.50.17
 (UT+7)
14 Nov
16 Jul
24 Mei
30 Jan
22
Banyuwangi
4.52.23
5.37.57
17.10.20
17.49.54
 (UT+7)
15 Nov
15 Jul
26 Mei
28 Jan
23
Pontianak
5.22.42
5.53.21
17.29.44
18.00.22
 (UT+7)
4 Nov
12 Feb
2 Nov
10 Feb
24
Palangkaraya
5.01.52
5.32.58
17.13.35
17.44.18
 (UT+7)
7 Nov
16 Feb
29 Okt
6 Feb
25
Tarakan
5.53.04
6.23.52
17.52.52
18.24.36
 (UT+8)
28 Okt
6 Feb
8 Nov
20 Jul
26
Tanjungselor
5.53.29
6.24.12
17.54.20
18.25.30
 (UT+8)
29 Okt
7 Feb
7 Nov
16 Feb
27
Samarinda
5.50.54
6.21.38
17.58.56
18.29.33
 (UT+8)
4 Nov
13 Feb
1 Nov
9 Feb
28
Banjarmasin
5.57.50
6.29.25
18.11.57
18.42.51
 (UT+8)
9 Nov
21 Jul
27 Okt
4 Feb
29
Miangas
5.18.24
5.50.28
17.14.10
17.52.01
 (UT+8)
24 Mei
2 Feb
11 Nov
17 Jul
30
Manado
5.22.12
5.52.48
17.25.58
17.56.48
 (UT+8)
1 Nov
9 Feb
5 Nov
13 Feb
31
Gorontalo
5.28.22
5.58.59
17.34.10
18.04.51
 (UT+8)
3 Nov
11 Feb
3 Nov
11 Feb
32
Palu
5.39.32
6.10.20
17.48.28
18.19.05
 (UT+8)
5 Nov
13 Feb
1 Nov
9 Feb
33
Majene
5.40.03
6.12.14
17.54.38
18.25.35
 (UT+8)
9 Nov
21 Jul
27 Okt
4 Feb
34
Makassar
5.36.12
6.12.49
17.54.12
18.25.39
 (UT+8)
11 Nov
19 Jul
23 Okt
2 Feb
35
Kendari
5.25.20
5.58.42
17.40.51
18.11.55
 (UT+8)
10 Nov
20 Jul
26 Okt
3 Feb
36
Wakatobi
5.19.22
5.56.28
17.37.43
18.09.15
 (UT+8)
12 Nov
19 Jul
23 Okt
1 Feb
37
Denpasar
5.48.22
6.35.11
18.06.15
18.47.01
 (UT+8)
16 Nov
15 Jul
26 Mei
28 Jan
38
Mataram
5.44.52
6.31.29
18.02.46
18.43.20
 (UT+8)
16 Nov
15 Jul
26 Mei
28 Jan
39
Sumbawabesar
5.39.47
6.26.07
17.57.41
18.38.00
 (UT+8)
16 Nov
15 Jul
26 Mei
28 Jan
40
Ende
5.22.19
6.09.43
17.40.10
18.21.30
 (UT+8)
16 Nov
14 Jul
27 Mei
28 Jan
41
Waingapu
5.26.46
6.16.38
17.44.27
18.28.13
 (UT+8)
17 Nov
14 Jul
27 Mei
27 Jan
42
Kupang
5.12.39
6.04.06
17.30.15
18.15.33
 (UT+8)
18 Nov
13 Jul
28 Mei
26 Jan
43
Rote Ndao
5.14.02
6.07.12
17.31.33
18.18.31
 (UT+8)
18 Nov
13 Jul
29 Mei
25 Jan
44
Sofifi
6.10.35
6.41.12
18.15.58
18.46.40
 (UT+9)
2 Nov
10 Feb
4 Nov
12 Feb
45
Ambon
6.03.01
6.35.36
18.17.56
18.48.55
 (UT+9)
9 Nov
21 Jul
26 Okt
4 Feb
46
Tual
5.42.10
6.20.07
18.00.39
18.32.49
 (UT+9)
12 Nov
18 Jul
22 Mei
1 Feb
47
Sorong
5.54.01
6.24.48
18.02.53
18.33.29
 (UT+9)
5 Nov
13 Feb
1 Nov
9 Feb
48
Biak
4.34.23
5.05.14
16.43.54
17.14.31
 (UT+9)
6 Nov
14 Feb
31 Okt
8 Feb
49
Jayapura
5.14.16
5.45.29
17.26.42
17.57.27
 (UT+9)
8 Nov
17 Feb
29 Okt
6 Feb
50
Timika
5.26.57
6.01.46
17.43.35
18.14.49
 (UT+9)
11 Nov
20 Jul
25 Okt
3 Feb
51
Merauke
5.07.51
5.54.17
17.25.45
18.06.09
 (UT+9)
16 Nov
15 Jul
26 Mei
28 Jan

 

Secara kebetulan, kota Gorontalo adalah salah satu dari kota-kota besar yang mengalami ekuilibrium atau kesetimbangan waktu terbit dan terbenam Matahari. Matahari terbit dan terbenam lebih cepat pada tanggal 3 November, sementara Matahari terbit dan terbenam lebih lambat pada tanggal 11 Februari. Untuk kota paling Barat Laut di Indonesia, kota Sabang, Matahari akan terbit lebih cepat pada tanggal 24 Mei, terbenam lebih cepat pada tanggal 11 November, terbit lebih lambat pada tanggal 2 Februari dan terbenam lebih lambat pada tanggal 17 Juli. Sementara itu, pulau paling Delatan di Indonesia, Pulau Rote, Matahari akan terbit lebih cepat pada tanggal 18 November, terbenam lebih cepat pada tanggal 29 Mei, terbit lebih lambat pada tanggal 13 Juli dan terbenam lebih lambat pada tanggal 25 Januari. Mengingat letak geografis Indonesia yang nilai lintangnya lebih kecil dari 11-130, maka, seluruh kota-kota di Indonesia akan mengalami dua puncak maksimum dan dua lembah minimum dengan waktu ekstrem terjadi sesuai dengan yang tertera pada Tabel 1.b.

Menutup tulisan ini, dapat penulis simpulkan bahwa Matahari tidak selalu terbit dan terbenam lebih cepat atau lebih lambat ketika solstis jika acuan waktu yang kita gunakan adalah waktu lokal atau waktu terzonasi. Matahari terbit dan terbenam lebih cepat atau lebih lambat di sekitar hari-hari solstis jika Sahabat berada di sekitar lingkar kutub Utara (66,560LU) maupun kutub Selatan (66,560LS). Baik yang berada di belahan Utara maupun belahan Selatan, Matahari akan terbit dan terbenam lebih cepat beberapa hari sebelum solstis, serta Matahari akan terbit dan terbenam lebih lambat beberapa hari setelah solstis. Matahari akan terbit dan terbenam lebih cepat pada tanggal yang sama, demikian halnya ketika terbit dan terbenam lebih lambat jika berada di 0008’ hingga 0037’LU yakni pada 3 November dan 11 Februari, yang mana tanggal kejadian ini bertepatan ketika tengah hari lebih cepat dan lebih lambat.

Semoga bermanfaat bagi Sahabat Edusainsa semua.

Comments