Asteroid 2001 FO32 Melintas Dekat Bumi 21 Maret Mendatang, Tetap Tenang!

Oleh Andi Pangerang
14 Maret 2021

Halo, Sahabat Edusainsa semua!

Asteroid 2001 FO32 diperkirakan akan melintas dekat Bumi pada 21 Maret mendatang. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Yuk simak penjelasan berikut ini!

Diagram ini menggambarkan orbit memanjang dan miring 2001 FO32 saat mengelilingi Matahari (elips putih). Bentuk orbit seperti inilah yang menyebabkan asteroid ini akan melaju dengan kecepatan luar biasa cepat sebesar123.887 km/jam ketika melintas dekat Bumi. Kredit: NASA / JPL-Caltech

Asteroid 2001 FO32 atau dikenal juga sebagai Asteroid 231937 adalah asteroid dekat Bumi berukuran 550 meter yang ditemukan oleh Lincoln Near-Earth Asteroid Research (LINEAR) di Socorro, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat pada tanggal 23 Maret 2001 atau 20 tahun yang lalu. LINEAR merupakan proyek kerjasama Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan Laboratorium Lincoln Massachusetts Institute of Technology (MIT). Pertama kali asteroid ini teramati di dekat konstelasi Hydra dengan kecerlangan tampak +15,6.

Asteroid ini tergolong sebagai Asteroid Berpotensi Berbahaya (Potentially Hazardous Asteroid, PHA) karena kecerlangan mutlaknya lebih kecil dari +22, yakni +17,7 ; sehingga asteroid ini awalnya diperkirakan berukuran antara 440 hingga 680 meter. Sedangkan, asteroid ini juga tergolong juga sebagai keluarga asteroid Apollo karena orbitnya mirip dengan asteroid 1862 Apollo yakni jarak rata-ratanya ke Matahari lebih besar dari 1 sa (satuan astronomi. 149,6 juta kilometer) sedangkan titik terdekatnya lebih besar dari titik terjauh Bumi ke Matahari (152 juta kilometer).

Asteroid 2001 FO32 akan melintas dekat Bumi pada tanggal 21 Maret 2021 pukul 16.03 UT atau 23.03 WIB pada jarak 2.016.385 kilometer atau sekitar 5 ΒΌ kali jarak Bumi-Bulan dengan kelajuan 123.887 km/jam. Kelajuan ini setara dengan 364 kali kelajuan suara atau 74 kali kelajuan rotasi Bumi atau 33,6 kali kelajuan orbit Bulan atau 52/45 kali kelajuan orbit Bumi. Jarak ini lebih kecil dibandingkan limit Roche untuk sistem Bumi-Matahari yakni sebesar 556.397 kilometer sehingga asteroid ini akan melintas dekat Bumi secara aman. Jarak ini juga merupakan jarak terkecil yang akan dicapai oleh asteroid 2001 FO32 saat melintas dekat Bumi

Asteroid ini berjarak rata-rata 1,7011 sa (245.485.200 kilometer) dari Matahari dengan kemiringan orbit 39 derajat dan kelonjongan orbit 0,8261 atau 4 kali lebih lonjong dibandingkan orbit Merkurius. Asteroid ini mengorbit Matahari selama 810,4 hari atau 2,22 tahun dan dalam periodisitas 20-11-11 tahun sejak tahun 2001, asteroid ini selalu mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi atau melintas dekat Bumi. Jarak terkecil kedua setelah 21 Maret ini akan dicapai pada 23 Maret 2052 sebesar 2.843.834 kilometer dan setelah itu, asteroid ini tidak akan pernah lagi melintas dekat Bumi dengan jarak kurang dari 0,02 sa atau 3 juta kilometer.

Lance Benner, kepala ilmuwan di JPL NASA mengatakan bahwa sekitar 15% asteroid dekat Bumi yang ukurannya sebanding dengan 2001 FO32 sejak pengamatan sejak 20 tahun lalu memiliki bulan kecil. Saat ini, hanya sedikit yang diketahui tentang asteroid 2001 FO32, jadi jarak yang sangat dekat memberikan kesempatan luar biasa untuk mempelajari banyak hal tentang asteroid ini. Lebih dari 95% asteroid dekat Bumi berukuran 2001 FO32 atau lebih besar telah ditemukan, dilacak, dan dikatalogkan. Tidak satu pun dari asteroid besar dalam katalog yang memiliki peluang untuk menabrak Bumi selama abad berikutnya, dan sangat tidak mungkin asteroid yang belum ditemukan dengan ukuran ini dapat berdampak pada Bumi. Namun, upaya terus dilakukan untuk menemukan semua asteroid yang dapat menimbulkan bahaya dampak asteroid. Semakin banyak informasi yang dapat dikumpulkan tentang benda-benda ini, para perancang misi yang lebih baik dapat bersiap untuk membelokkannya jika ada yang mengancam Bumi di masa depan.

Asteroid ini akan nampak dengan diameter sudut 56,3 milidetikbusur dan kecerlangan tampak +11,6 ketika melintas dekat Bumi. Sehingga, asteroid ini hanya dapat diamati menggunakan teleskop berukuran sedang dengan diameter lensa minimal 20 cm. Peluang asteroid ini akan lebih mudah diamati bagi belahan utara berlintang rendah dekat ekuator dan belahan selatan. Untuk Jakarta, Bandung dan sekitarnya, asteroid ini dapat disaksikan dari arah tenggara dekat konstelasi Lupus pada 20 Maret setelah senja astronomis berakhir (ketinggian Matahari -18 derajat), kemudian berkulminasi di arah selatan dekat konstelasi Scorpius pada 21 Maret sekitar 30 menit sebelum fajar astronomis dimulai (ketinggian Matahari -18 derajat) dan bergerak menuju arah selatan-barat daya hingga fajar bahari berakhir (ketinggian Matahari -6 derajat). Asteroid ini juga dapat disaksikan pada tanggal 22 Maret sekitar pukul 02.30 waktu setempat dari arah timur-tenggara dekat konstelasi Capricornus ketika asteroid ini mulai terbit, hingga fajar bahari berakhir (ketinggian Matahari -6 derajat) dengan ketinggian sekitar 38 derajat arah timur dekat konstelasi Aquarius.

Kesempatan emas ini dapat dimanfaatkan bagi para sahabat Edusainsa yang tergabung dalam kelompok astronomi amatir untuk dapat mengumpulkan informasi tentang asteroid 2001 FO32. Kami pun juga mengimbau agar sahabat Edusainsa tidak perlu panik menghadapi informasi yang menyesatkan terkait asteroid 2001 FO32 ini. Selamat berburu asteroid, Sahabat Edusainsa!

Comments