Asteroid 2018 VP1 Melintas Dekat Bumi Senin Depan, Jangan Panik!

Oleh Andi Pangerang
28 Oktober 2020

Asteroid 2018 VP1 adalah asteroid yang pertama kali ditemukan pada tanggal 3 November 2018 oleh Zwicky Transient Facility yang terletak di Observatorium Palomar, California, Amerika Serikat. Asteroid ini berdiameter 1,8 hingga 3,9 meter dan. tergolong sebagai kelompok asteroid Apollo yang mengorbit Matahari selama 2 tahun. Kemiringan orbit asteroid ini sebesar 3,24 derajat terhadap ekliptika dan kelonjongan orbit 0,43 atau dua kali lebih lonjong dibandingkan orbit Merkurius.


Gambar 1. Diagram Orbit Asteroid 2018 VP1. Sumber: https://ssd.jpl.nasa.gov/sbdb.cgi?sstr=2018 VP1


Gambar 2. Posisi Asteroid 2018 VP1 Ketika Melintas Dekat Bumi. Sumber: https://ssd.jpl.nasa.gov/sbdb.cgi?sstr=2018 VP1

Senin depan (2 November), Asteroid 2018 VP1 akan melintas dekat Bumi pada pukul 11.33 UT atau 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan astronomi atau 419.000 km dan melintas dekat Bumi dengan kecepatan 34.956 km/jam. Data ini diperoleh dari Small Body Database Browser (SBDB) Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA. Jarak perpotongan orbit minimum dari Bumi hanya 8.296 km sehingga ada potensi objek ini akan bertabrakan dengan Bumi.

Berdasarkan data dari Sentry (Earth Impact Monitoring) Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, asteroid ini diperkirakan menabrak Bumi dengan waktu lebih awal dibandingkan dengan waktu yang diperkirakan oleh SBDB JPL NASA, yakni pada 2 November pukul 01.12 UT atau 08.12 WIB. Asteroid ini diperkirakan bermassa 16 ton dan dapat melaju dengan kecepatan 52.776 km/jam Ketika memasuki atmosfer Bumi, sehingga energi yang dihasilkan ketika menghantam Bumi setara dengan 419,2 ton dinamit.

Probabilitas atau kemungkinan terbesar jatuhnya asteroid 2018 VP1 ini sebesar 0,41% atau 1 berbanding 244. Dua nilai ini (energi dan probablilitas) dapat diturunkan menjadi skala Palermo yakni skala yang menunjukkan potensi bahaya tabrakan dari objek dekat Bumi. Semakin positif skala Palermo, semakin besar pula probabilitas dan energi yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin negatif skala Palermo, semakin kecil pula probabilitas dan energi yang dihasilkan. Skala Palermo maksimum untuk asteroid ini bernilai -3,57 yang artinya probablitas asteroid untuk menghantam Bumi sangat kecil.

Selain skala Palermo, ada juga skala Torino. Skala Torino mirip dengan skala Palermo akan tetapi lebih sederhana dibandingkan skala Palermo karena tidak melibatkan kerangka waktu terjadinya tabrakan. Rentang skala Torino mulai dari nol hingga sepuluh. Nol bermakna tidak berbahaya (Zona Putih), satu bermakna normal (Zona Hijau), dua hingga empat bermakna perlu perhatian astronom (Zona Kuning), enam hingga tujuh bermakna membahayakan (zona oranye), dan delapan hingga sepuluh bermakna pasti akan terjadi tabrakan (zona merah). Skala Torino untuk asteroid ini bernilai nol yang artinya asteroid akan habis terbakar oleh atmosfer Bumi dan tidak menimbulkan kerusakan bagi Bumi.

Bagi masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi berita tersebut.

Comments