Asteroid Apophis Telah Melintas Dekat Bumi 6 Maret 2021, Bersiaplah di tahun 2029!

Oleh Andi Pangerang
07 Maret 2021

Halo Sahabat Edusainsa semua! Di awal Maret ini, tepatnya pada tanggal 6 Maret, asteroid Apophis telah melintas dekat Bumi. Sahabat pasti bertanya-tanya, asteroid apakah ini? Yuk, kita mengenai asteroid ini lebih dekat!

Apophis, atau dikenal juga sebagai 99942 Apophis (2004 MN4) merupakan asteroid dekat Bumi berukuran sekitar 340 meter dan karena ukurannya inilah digolongkan sebagai Asteroid Berpotensi Berbahaya (Potentially Hazardous Object, PHA). Asteroid ini termasuk dalam keluarga asteroid Aten. Keluarga asteroid Aten merupakan sekelompok asteroid yang memiliki karakteristik orbit yang serupa dengan asteroid Aten (2062 Aten), yakni titik terdekatnya lebih kecil dari titik terjauh Bumi terhadap Matahari (147 juta kilometer) dan jarak rata-ratanya ke Matahari lebih kecil dari 1 sa (satuan astronomi, 150 juta kilometer).

Gambar 1. Letak Orbit Keluarga Asteroid Aten. Sumber: Wikipedia

Apophis pertama kali ditemukan pada tanggal 19 Juni 2004 oleh tiga orang ilmuwan bernama: Roy A. Tucker, David J. Tholen dan Fabrizio Bernardi di Observatorium Nasional Kitt Peak, Pegunungan Quinlan, Arizona, Amerika Serikat. Nama asteroid ini berasal dari nama dewa dalam mitologi Mesir Kuno, Apophis atau Apep yang masih bersaudara dengan Ra atau Dewa Matahari. Apophis mengorbit Matahari selama 323,64 hari dengan kemiringan orbit 3,337 derajat dan kelonjongan orbit 0,1915 (11,5 kali lebih lonjong dibandingkan orbit Bumi).


Gambar 2. Model Asteroid Apophis (atas) dan
Posisi Relatifnya terhadap Bumi dan Matahari dibandingkan dengan Objek Dekat Bumi lainnya yang sudah ditemukan sejauh ini (bawah).
Sumber: Wikipedia

Berdasarkan data dari Small-Body Database Browser (SBDB) JPL NASA (https://ssd.jpl.nasa.gov/sbdb.cgi?sstr=99942), dalam 13 tahun terakhir sejak ditemukan, Apophis telah melintas dekat Bumi sebanyak 10 kali, dengan jarak terdekatnya sebesar 11.704.810 km dicapai pada 24 April 2016. Jarak ini merupakan jarak terkecil kelima setelah 16 September 2066 (11.150.691 km), 20 April 2051 (6.007.698 km), 11 September 2102 (3.807.628 km) dan 13 April 2029 (38.014 km dari pusat Bumi, 4150 km lebih dekat dibandingkan dengan orbit satelit geosinkron/GSO). Di tanggal 13 April 2029 mendatang, jika asteroid menghantam Bumi dari jarak terdekatnya, maka akan menghasilkan energi setara 270 megaton TNT dan dapat menimbulkan kenaikan muka air laut setinggi 10 cm. Sedangkan jika asteroid menghantam Bumi dari 1/10 kali dan 1/100 kali jarak terdekatnya, maka dapat menimbulkan kenaikan muka air laut berturut-turut setinggi 65 cm dan 98 cm.


Gambar 3. Orbit Asterois Apophis pada 13 April 2029. Sumber: SBDB JPL NASA

Sementara itu, di tanggal 6 Maret 2021 pukul 01.15 UT atau 08.15 WIB, Apophis melintas dekat Bumi dengan jarak terdekat  16.852.408 km atau 43,84 kali jarak rata-rata Bulan ke Bumi. Saat melintas dekat Bumi, Apophis melaju dengan kecepatan 16.488 km/jam atau 13,47 kali kecepatan suara. Dengan jarak seperti ini, Apophis hanya terlihat seperti titik yang sangat kecil. Sedangkan, pada 13 April 2019 mendatang, Apophis akan terlihat dengan lebar sudut 3,364 detik busur atau 5,24% lebih kecil dibandingkan dengan ukuran Mars ketika mencapai jarak terjauhnya dari Bumi pada 20 September mendatang (394,6 juta kilometer; 3,55 detik busur; magnitudo +1,72).

Gambar 4. Orbit Asteroid Apophis pada 6 Maret 2021. Sumber: SBDB JPL NASA

Berdasarkan data dari Sentry CNEOS NASA (https://cneos.jpl.nasa.gov/sentry/details.html#?des=99942), tingkat probabilitas terbesar Apophis menghantam Bumi terjadi pada tanggal 12 April 2068 sebesar 0,00026% atau 1 dari 380.000 kejadian. Sedangkan, tingkat probabilitas terkecilnya akan terjadi paling cepar pada 13 April 2064 dan paling lama pada 17 Oktober 2107 sebesar 0,000010% atau 1 dari sepuluh juta kejadian. Secara akumulatif, tingkat probabilitas Apophis menghantam Bumi sebesar 0,00045% atau 1 dari 220.000 kejadian, yang berarti setiap 195.000 tahun terjadi satu kali. Dengan mengetahui tingkat probabilitas ini, maka dapat dipastikan asteroid Apophis TIDAK AKAN JATUH KE BUMI PADA TANGGAL 6 MARET 2021.

Rata-rata suhu permukaan dari asteroid ini diperkirakan sebesar 278,68 Kelvin (5,53 derajat Celcius); 1,5 derajat lebih besar dibandingkan dengan suhu anomali air; dengan suhu maksimumnya ketika mendekati Matahri sebesar 438,31 Kelvin (165,16 derajat Celcius) atau 2 derajat lebih besar dibandingkan dengan titik didih bahan bakar pesawat terbang/avtur.

Bagi sahabat Edusainsa, tidak perlu panik menanggapi pemberitaan yang menyesatkan terkait dengan asteroid Apophis ini. Jika Sahabat melihat suatu fenomena seperti bolide atau bola api meteor di langit, segera laporkan ke pihak yang terkait.

Comments