Bagaimana Cara Mengukur Dimensi Komet?

Oleh Andi Pangerang
23 Juli 2020

Ada beberapa cara untuk menentukan dimensi komet yang mana terdiri dari lebar koma (badan komet), lebar nukleus (inti komet) dan panjang inti komet. Salah satunya akan penulis jabarkan pada artikel ini.

  1. Tentukan gambar yang ingin dianalisis dimensi kometnya


    Gambar 1. Citra Komet C/2020 F3 (Neowise) yang dipotret di Balai Pengelola Observatorium Nasional LAPAN, Kupang.
  2. Bukalah aplikasi Microsoft Paint pada komputer atau notebook Anda.


    Gambar 2. Aplikasi Microsoft Paint yang telah dibuka
  3. Ukurlah nukleus (inti komet) dengan menarik garis pada bagian komet yang berwarna putih.


    Gambar 3. Nukleus yang diukur menggunakan Microsoft Paint.

    Catatlah dimensi nukleus yang telah diukur. Kemudian, hitunglah lebar nukleus menggunakan rumus:
    Lebar Nukleus = √(lebar² + tinggi²)

    Contoh:
    Lebar = 5 piksel
    Tinggi = 5 piksel

    Lebar Nukleus
    = √(lebar² + tinggi²)
    = √(5² + 5²)
    = √50
    ≈ 7,07 ≈ 7 piksel (diambil bilangat bulat terdekat)
  4. Ukurlah koma (badan komet) dengan menarik garis pada bagian komet yang berwarna kebiruan.


    Gambar 4. Koma yang diukur menggunakan Microsoft Paint.

    Catatlah dimensi koma yang telah diukur. Kemudian, hitunglah lebar koma menggunakan rumus:
    Lebar Koma = √(lebar² + tinggi²)

    Contoh:
    Lebar = 5 piksel
    Tinggi = 5 piksel

    Lebar Koma
    = √(lebar² + tinggi²)
    = √(14² + 14²)
    = √392
    ≈ 19,80 ≈ 20 piksel (diambil bilangat bulat terdekat)

  5. Salinlah gambar pada Microsoft Paint, kemudian bukalah Microsoft Excel. Tempelkan gambar pada Microsoft Excel


    Gambar 5. Citra komet yang ditempel Microsoft Paint ke Microsoft Excel.
  6. Klik Format Gambar --> Efek Artistik --> Torehan Paint. Dengan melakukan ini, ekor komet akan lebih mudah dikenali sehingga dapat diukur di Microsoft Paint


    Gambar 6. Citra komet yang telah diedit di Microsoft Excel
  7. Salin citra komet dari Microsoft Excel dan tempelkan pada Microsoft Paint. Ukurlah ekor komet dengan menarik garis pada bagian komet mulai dari ujung kiri bawah hingga kanan atas.


    Gambar 7. Ekor komet yang diukur menggunakan Microsoft Paint.

    Catatlah dimensi ekor komet yang telah diukur. Kemudian, hitunglah panjang ekor komet menggunakan rumus:
    Panjang ekor komet = √(lebar² + tinggi²)

    Contoh:
    Lebar = 719 piksel
    Tinggi =668 piksel

    Panjang Ekor Komet
    = √(lebar² + tinggi²)
    = √(719² + 668²)
    = √963.185
    = 981,42 ≈ 981 piksel (diambil bilangat bulat terdekat)

  8. Ukurlah separasi (sudut pisah) dua bintang yang berada di sekitar komet. Misalkan Tania Borealis dan Tania Australis.


    Gambar 8. Separasi dua bintang terdekat di sekitar komet yang diukur menggunakan Microsoft Paint.

    Catatlah dimensi separasi dua bintang yang telah diukur. Kemudian, hitunglah separasi dua bintang menggunakan rumus:
    Separasi dua bintang = √(lebar² + tinggi²)

    Contoh:
    Lebar = 12 piksel
    Tinggi =73 piksel

    Separasi Dua Bintang
    = √(lebar² + tinggi²)
    = √(12² + 73²)
    = √5.473
    = 73,98 ≈ 74 piksel (diambil bilangat bulat terdekat)

  9. Bukalah aplikasi Stellarium. Atur lokasi pengamatan sesuai lokasi pengambilan citra.


    Gambar 9. Memasukkan koordinat lokasi pengamatan pada Stellarium
  10. Atur waktu pengamatan sesuai waktu ketika citra diambil. Pastikan waktu pada aplikasi dijeda/dihentikan sementara terlebih dahulu.


    Gambar 10. Memasukkan waktu pengamatan pada Stellarium
  11. Carilah komet C/2020 F3 (Neowise)


    Gambar 11. Mencari objek langit pada Stellarium.


    Gambar 12. Objek komet Neowise yang telah dicari pada Stellarium
  12. Gunakan Ctrl+Alt+0 untuk mempersempit medan pandang menjadi 0,5 derajat.


    Gambar 13. Medan pandang yang telah dipersempit pada Stellarium.

    Aktifkan fitur "Ukuran Sudut". Ukurlah separasi (jarak pisah) dua bintang terdekat di sekitar komet.


    Gambar 14. Pengukuran separasi dua bintang terdekat di sekitar komet.

    Catatlah nilai separasi dua bintang ini. Hitunglah perbandingan atau rasio antara sudut terhadap piksel.

    Misal: Separasi dua bintang = 10′33,81″ = 633,81″ (pada Stellarium) = 74 piksel (pada Microsoft Paint)

    Rasio sudut-piksel = sudut ÷ piksel =  633,81″ ÷ 74 px = 8,565 ″/px

  13. Konversikan lebar nukleus dan koma, serta panjang ekor komet dari piksel ke detik busur menggunakan rasio sudut-piksel yang sudah dihitung.

    Lebar Nukleus
    = 7 piksel × 8,565″/px
    = 59,955″
    = 59,55″ ÷ 206264,8″/rad
    = 0,00029067 rad

    Lebar Koma
    = 20 piksel × 8,565″/px
    = 171,3″
    = 171,3″ ÷ 206264,8″/rad
    = 0,000830436 rad


    Panjang ekor komet
    = 981 piksel × 8,565″/px
    = 8402,265″
    = 8402,265″ ÷ 206264,8″/rad
    = 0,04073533 rad


  14. Bukalah https://ssd.jpl.nasa.gov/sbdb.cgi. Carilah komet C/2020 F3 pada bilah pencarian.


    Gambar 15. Tampilan awal JPL Small-Body Database Browser

    Setelah muncul, klik Ephemeris


    Gambar 16. Tampilan JPL Small-Body Database Browser ketika menampilkan data komet Neowise
  15.  Ubahlah koordinat lokasi pengamat sesuai lokasi pengambilan citra.


    Gambar 17. Tampilan Awal Antarmuka Laman HORIZONS


    Gambar 18. Tampilan Antarmuka Ketika Memasukkan Koordinat Toposentrik.
  16. Ubahlah waktu pengamatan sesuai waktu pengambilan citra.


    Gambar 19. Lokasi pengamatan sudah diperbarui


    Gambar 20. Tampilan Antarmuka ketika memasukkan waktu pengamatan.
  17. Klik Generate Ephemeris. Catat jarak komet terhadap Bumi untuk lokasi dan waktu pengamatan yang telah dimasukkan.


    Gambar 21. Interval waktu sudah diperbarui sesuai dengan waktu pengamatan


    Gambar 22. Hasil perhitungan jarak komet dari laman HORIZONS NASA

    Konversikan jarak komet ke Bumi dalam satuan kilometer

    Jarak komet = 0,692314917784 sa × 149.597.870,69 sa/km = 103.568.837,5 km
  18. Hitunglah lebar nukleus dan koma, serta panjang ekor komet dalam satuan kilometer menggunakan jarak komet yang telah dihitung.

    Lebar nukleus
    = 0,00029067 rad × 103.568.837,5 km
    = 30.104 km

    Lebar Koma
    = 0,000830436 rad × 103.568.837,5 km
    = 86.012 km


    Panjang ekor komet
    = 0,04073533 rad × 103.568.837,5 km
    = 4.218.911 km

Kesimpulan
Komet C/2020 F3 (Neowise) yang dipotret pada 22 Juli 2020 pukul 18.47 WITA silam memiliki lebar nukleus 30.104 km, lebar koma 86.012 km dan panjang ekor komet 4.218.911 km atau tiga kali ukuran Matahari. Tentunya, pengukuran dimensi komet yang penulis paparkan merupakan hasil secara kasar dan tidak mutlak. Meskipun demikian, metode ini dapat digunakan untuk menganalisis dimensi komet sehingga berguna dalam penyelidikan berikutnya.

Comments