Bagaimana Menentukan Durasi Puasa di Suatu Tempat?

Oleh Andi Pangerang
15 April 2021

Halo, Sahabat Edusainsa semua! Selamat menunaikan ibadah puasa bagi Sahabat yang menjalaninya ya!

Pernahkah Sahabat membaca berita mengenai durasi puasa di berbagai negara? Misalkan, untuk tahun ini, Argentina hanya berpuasa selama sembilan jam saja. Sedangkan, di Rusia durasinya dapat mencapai 16 jam. Bahkan, di wilayah lingkar kutub dapat berpuasa hanya 1,5 jam saja atau malah selama 4-6 bulan. Lantas, bagaimana menentukan durasi puasa di suatu tempat? Berikut ulasannya:

Rumus-rumus yang digunakan

Durasi puasa didefinisikan sebagai selang waktu atau interval sejak terbit fajar (langit masih gelap tetapi muncul garis putih tipis mendatar di arah timur) hingga terbenam Matahari (ketika piringan atas Mataahri tepat meninggalkan ufuk).

Jika sudut yang ditempuh Matahari sepanjang ekuator langit sejak terbit fajar hingga tengah hari merupakan sudut waktu fajar, sedangkan sudut yang ditempuh Matahari sepanjang ekuator langit sejak tengah hari hingga terbenam Matahari merupakan sudut waktu magrib, maka durasi puasa dapat dirumuskan sebagai berikut:

tpuasa = (tfajar + tmagrib)/15o  .................................................................................................. (pers. 1)

Dimana:

tpuasa       = durasi puasa (jam)
tfajar         = sudut waktu fajar (derajat), jarak dari Matahari ketika fajar hingga meridian1 di sepanjang ekuator langit2
tmagrib      = sudut waktu magrib (derajat), jarak dari Matahari ketika terbenam di bawah ufuk3 hingga meridian di sepanjang ekuator langit

1 Meridian adalah garis khayal yang menghubungkan dua kutub Bumi dan dilalui oleh zenit (titik di atas kepala pengamat pada bola langit) dan nadir (titik di bawah kaki pengamat pada bola langit)

2 Ekuator langit adalah perpanjangan khatulistiwa Bumi pada bola langit yang bidangnya berimpit dengan khatulistiwa Bumi

3 Ufuk, disebut juga cakrawala, merupakan batas antara langit dengan permukaan Bumi baik daratan maupun lautan

Dalam trigonometri bola, hubungan antara sudut waktu, deklinasi dan altitude (ketinggian) dapat dirumuskan sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram Bola Langit untuk penurunan rumus segitiga bola. Dokumentasi Pribadi

Jika a =  90oh, b = 90od, c = 90ob, dan A = t

Maka, rumus aturan kosinus dalam trigonometri bola cos a = cos b cos c + sin b sin c cos A menjadi:

cos (90oh) = cos (90od) cos (90ob) + sin (90od) sin (90ob) cos t   ............................. (pers. 2a)

rumus di atas disederhanakan menjadi sebagai berikut:

sin h = sin d sin b + cos d cos b cos t   ........................................................................................................ (pers. 2b)

Sehingga, untuk mencari t, persamaan (2b) dapat diubah menjadi berikut:

t = cos-1{(sin h – sin d sin b)/(cos d cos b)} ................................................................................................ (pers. 2c)

Dimana :

t = sudut waktu Matahari (derajat)
h = altitude Matahari (derajat), jarak proyeksi tegak lurus dari Matahari ke ufuk
d = deklinasi Matahari (derajat), jarak proyeksi tegak lurus dari Matahari ke ekuator langit
b = lintang geografis pengamat (derajat), bernilai positif untuk belahan utara dan negatif untuk belahan selatan

Ketika fajar, ketinggian Matahari = –20o. Sedangkan, ketinggian Matahari ketika terbenam = –0o50’. Nilai ini diperoleh dari refraksi4 sebesar –34’ ketika ketinggian Matahari = 0o dan jarak dari ufuk ke pusat piringan Matahari ketika Matahari terbenam seluruhnya, sebesar negatif dari semidiameter5 Matahari atau –16’.

4 Refraksi adalah koreksi pembiasan atmosfer ketika sinar Matahari melalui atmosfer Bumi. Refraksi ketika Matahari berada di zenit = 0o (tidak dibiaskan).

5 Semidiameter adalah separo lebar sudut Matahari yang tampak dari permukaan Bumi. Nilai aktual semidiameter Matahari dapat bervariasi antara 15,75 hingga 16,25 menit busur yang dipengaruhi oleh kelonjongan orbit Bumi. Untuk mempermudah perhitungan, semidiameter Matahari dianggap konstan sepanjang tahun yakni 16 menit busur.

Sehingga, sudut waktu fajar dan magrib dapat diturunkan dari persamaan (2c) menjadi berikut ini:

tfajar         = cos-1{(sin(–20o) – sin d sin b)/(cos d cos b)}  ............................................................  (pers. 2d)
tmagrib         = cos-1{(sin(–0o50’) – sin d sin b)/(cos d cos b)} .......................................................  (pers. 2e)

Dimana:

tfajar        = sudut waktu fajar (derajat)
tmagrib     = sudut waktu magrib (derajat)
d             = deklinasi Matahari (derajat)
b             = lintang geografis pengamat (derajat)

Sementara itu, Deklinasi Matahari dapat dicari dengan rumus berikut:

d = sin-1(sin e sin L)  ........................................................................................................................................................  (pers. 3a)

dimana:

d = deklinasi Matahari (derajat)
e = kemiringan ekliptika (derajat), disebut juga oblikitas (obliquity), yakni kemiringan ekliptika atau bidang edar terhadap ekuator langit. Bernilai sama dengan kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap kedua kutubnya
L = bujur ekliptika Matahari (derajat), yakni sudut yang ditempuh Matahari dari titik Aries/Hamal di sepanjang ekliptika.

Jika bujur ekliptika dirumuskan:

L = 360o . n/P ...................................................................................................................................................................  (pers. 3b)

Dimana:

L = bujur ekliptika Matahari (derajat)
n = banyaknya hari sejak 21 Maret (untuk tahun kabisat dihitung dari 20 Maret)
P = periode revolusi Bumi (dibulatkan menjadi 365 hari),

Maka, persamaan (3a) menjadi:

d = sin-1(sin 23,44o sin (360o . n/365)) ........................................................................................ (pers. 3c)

Dimana:

d = deklinasi Matahari (derajat)
n = banyaknya hari sejak 21 Maret (untuk tahun kabisat dihitung dari 20 Maret)

Agar diperoleh hasil yang lebih akurat, persamaan (3c) dapat dimodifikasi sebagai berikut:

d = sin-1{–sin e cos (360o . N/P + 360o x E/π sin[360o (N – 12)/P])} ......................................................... (pers. 3d)

Dimana:

d             = deklinasi Matahari (derajat)
e              = kemiringan ekliptika (derajat)
N             = banyaknya hari sejak 22 Desember tahun sebelumnya (jika sebelumnya tahun kabisat, dihitung dari 21 Desember)
N – 12   = banyaknya hari sejak 3 Desember (perihelion Bumi, jika sebelumnya tahun kabisat, dihitung dari 2 Desember)
P             = periode revolusi Bumi (dibulatkan menjadi 365,24 hari),
E              = kelonjongan Bumi, disebut juga eksentrisitas. Bernilai 0,0167 atau 1/60
π             = konstanta lingkaran (=3,1415926538…)

Dengan memasukkan nilai e, P dan E, persamaan (3d) dapat disederhanakan menjadi berikut ini:

d = sin-1{sin 23,44o cos (360o . N/365,24 + 6o/π sin[360o (N – 12)/365,24])}  ......................   (pers. 3e)

Dimana:

d             = deklinasi Matahari (derajat)
N             = banyaknya hari sejak 22 Desember tahun sebelumnya (jika sebelumnya tahun kabisat, dihitung dari 21 Desember)
N – 12   = banyaknya hari sejak 3 Desember (perihelion Bumi, jika sebelumnya tahun kabisat, dihitung dari 2 Desember)
π             = konstanta lingkaran (=3,1415926538…)

 

Langkah-Langkah Perhitungan

Setelah mengetahui rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan, Sahabat dapat menghitung durasi puasa menggunakan langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan koordinat geografis tempat yang ingin dicari durasi puasanya
  2. Menentukan tanggal yang ingin dicari durasi puasanya
  3. Menghitung n atau banyaknya hari sejak 21 Maret (untuk tahun kabisat dihitung dari 20 Maret)
  4. Jika perhitungan menggunakan persamaan (3e) pada langkah keempat, menghitung N atau banyaknya hari sejak 22 Desember tahun sebelumnya (jika tahun sebelumnya kabisat, dihitung sejak 21 Desember)
  5. Menghitung deklinasi menggunakan persamaan (3c) atau (3e)
  6. Menghitung sudut waktu fajar dan magrib menggunakan persamaan (2d) dan (2e)
  7. Terakhir, menghitung durasi puasa menggunakan persamaan (1)

Contoh Perhitungan

Berapakah durasi puasa di Masjid Agung Jombang (7o33,42’ LS ; 112o13,95’ LS) pada 15 April 2021?

Penyelesaian:

Koordinat            : b = –7o33,42’ = –7,557o ; l = +112o13,95’ = +112,2325o
Tanggal               : 15 April 2021 (tahun sebelumnya merupakan tahun kabisat)

n = 15 + 31 – 21 = 25 hari
31 = umur bulan Maret

N = 15 + 31 + 31 + 28 + 31 – 20 = 116 hari
31, 31, 28 dan 31 = umur bulan Desember Januari, Februari dan Maret

Deklinasi (menggunakan persamaan 3c)

d             = sin-1(sin 23,44o sin (360o . n/365))
               = sin-1(sin 23,44o sin (360o . 25/365))
               = +9,5527o

Sudut waktu fajar

tfajar         = cos-1{(sin(–20o) – sin d sin b)/(cos d cos b)}
                = cos-1{(sin(–20o) – sin(9,5527o) sin(–7,557o))/(cos(9,5527o) cos(–7,557o))}
                = 109,1197o

Sudut waktu magrib

tmagrib      = cos-1{(sin(–0o50') – sin d sin b)/(cos d cos b)}
                = cos-1{(sin(–0o50') – sin(9,5527o) sin(–7,557o))/(cos(9,5527o) cos(–7,557o))}
                = 89,5732o

Durasi Puasa

tpuasa       = (tfajar + tmagrib)/15o
                = (109,1197o + 89,5732o)/15o
                = 13,2462 jam = 13 jam 14 menit 46,3 detik

Catatan: pembulatan nilai sudut waktu hingga 4 desimal menyebabkan galat maksimum pada durasi puasa sebesar +/- 0,36 detik

Jika deklinasi dihitung menggunaan persamaan (3e), maka nilai deklinasi, sudut waktu fajar, sudut waktu magrib dan durasi puasa berturut-turut sebesar +9,7590o ; 109,1029o ; 89,5456o ; dan 13,2432 jam (13 jam 14 menit 35,6 detik)

Nilai ini berselisih 4,3 detik jika menggunakan data deklinasi baik dari Ephemeris Hisab Rukyat Kementerian Agama RI maupun Algoritma Astronomi Jean Meeus yakni 13 jam 14 menit 31,3 detik.

Kasus khusus

Dengan menerapkan perhitungan di atas, untuk daerah berlintang tinggi (di atas 46,56o LU atau di bawah 46,56oLS) durasi puasa akan lebih signifikan dibandingkan ketika di lintang rendah.

Misalkan, ketika Solstis Utara tanggal 22 Juni, Matahari tepat di atas Garis Balik Utara (23,44oLU) ketika tengah hari. Konsekuensinya, bagi wilayah yang terletak di Lingkar Kutub Utara (66,56oLU hingga 90oLU) akan mengalami fenomena yang disebut sebagai Midnight Sun, yakni Matahari berada di atas ufuk ketika tengah malam di arah utara. Sehingga, langit tidak akan pernah mengalami fajar maupun senja baik ugahari (sipil, –6o), bahari (nautika, –12o), astronomis (–18o) maupun sadik (–20o). Sedangkan bagi wilayah yang terletak di Lingkar Kutub Selatan (66,56oLS hingga 90oLS) akan mengalami fenomena yang disebut sebagai Polar Night atau Malam Kutubiah, yakni Matahari tidak akan berada di atas ufuk sepanjang hari. Kondisi sebaliknya terjadi ketika Solstis Selatan tanggal 22 Desember, yakni saat Matahari tepat di atas Garis Balik Selatan (23,44oLS) ketika tengah hari.

Meskipun demikian, perhitungan durasi puasa tidak memungkinkan untuk daerah dalam lingkar kutub. Disamping itu, mustahil bagi orang-orang berpuasa selama berbulan-bulan jika mengikuti terbenamnya Matahari.

Sedangkan untuk wilayah yang terletak di antara 46,56o LU hingga 66,56o LU maupun 46,56o LS hingga 66,56o LS memerlukan penyesuaian ketinggian Matahari ketika fajar. Hal ini dikarenakan ketinggian Matahari di wilayah ini tidak akan mencapai –20o ketika tengah malam.

Oleh karena itu, kita dapat menentukan sudut ketinggian Matahari dengan algoritma sebagai berikut:

1. Jika harga mutlak dari jumlah lintang geografis dan deklinasi lebih kecil dari atau sama dengan 70o, maka sudut ketinggian Matahari = -20°.
2. Jika harga mutlak dari jumlah lintang geografis dan deklinasi lebih besar dari 70o, maka sudut ketinggian Matahari = |lintang + deklinasi| – 90°.

Rumus ini tidak berlaku jika harga mutlak lintang geografis lebih besar atau sama dengan 66,56° atau wilayah yang terletak di lingkaran kutub (baik kutub Utara maupun kutub Selatan) karena ketika solstis, Matahari tidak berada di bawah ufuk saat tengah malam atau disebut juga Matahari tengah malam (midnight Sun) sehingga tidak memungkinkan terjadi fenomena fajar/aram di wilayah lingkaran kutub.

Berikut ini tabel ketinggian Matahari ketika fajar untuk wilayah yang terletak di antara 46,56o LU hingga 66,56o LU maupun 46,56o LS hingga 66,56o LS:

Tabel 1. Ketinggian Matahari Ketika Fajar untuk 46,56o – 66,56o LU

Altitude Matahari ketika Fajar (o)

Deklinasi Matahari (derajat)

+23,44

+21,44

+19,44

+17,44

+15,44

+13,44

+11,44

+9,44

+7,44

+5,44

+3,44

Lintang Geografis Pengamat
(derajat Lintang Utara)

46,56

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

47,56

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

48,56

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

49,56

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

50,56

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

51,56

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

52,56

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

53,56

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

54,56

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

55,56

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

56,56

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

57,56

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

58,56

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

59,56

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

60,56

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

61,56

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

62,56

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

63,56

-3

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

64,56

-2

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

65,56

-1

-3

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

66,56

0

-2

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

 

Tabel 2. Ketinggian Matahari Ketika Fajar untuk 46,56o – 66,56o LS

Altitude Matahari
ketika Fajar (o)

Deklinasi Matahari (derajat)

-23,44

-21,44

-19,44

-17,44

-15,44

-13,44

-11,44

-9,44

-7,44

-5,44

-3,44

Lintang Geografis Pengamat
(derajat Lintang Selatan)

46,56

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

47,56

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

48,56

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

49,56

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

50,56

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

51,56

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

52,56

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

53,56

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

54,56

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

-20

55,56

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

-20

56,56

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

-20

57,56

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

-20

58,56

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

-20

59,56

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

-20

60,56

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

-20

61,56

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

-20

62,56

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

-20

63,56

-3

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

-20

64,56

-2

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

-20

65,56

-1

-3

-5

-7

-9

-11

-13

-15

-17

-19

-20

66,56

0

-2

-4

-6

-8

-10

-12

-14

-16

-18

-20

 

Dengan memasukkan nilai h pada Tabel 1 dan Tabel 2 ke dalam persamaan (2d) dan (2e), kemudian membaginya dengan 15o, maka diperoleh Durasi Fajar ke Tengah Hari dan Durasi Tengah Hari ke Terbenam Matahari sebagai berikut:

Tabel 3. Durasi Fajar ke Tengah Hari untuk 46,56o – 66,56o LU dan 46,56o – 66,56o LS

Durasi Fajar ke Tengah Hari (jam)

Deklinasi Matahari (derajat)

LU

+23,44

+21,44

+19,44

+17,44

+15,44

+13,44

+11,44

+9,44

+7,44

+5,44

+3,44

LS

-23,44

-21,44

-19,44

-17,44

-15,44

-13,44

-11,44

-9,44

-7,44

-5,44

-3,44

Lintang Geografis Pengamat

(derajat LU dan LS)

46,56

12,000

10,776

10,279

9,904

9,591

9,320

9,077

8,855

8,650

8,459

8,279

47,56

12,000

11,127

10,496

10,068

9,725

9,432

9,173

8,938

8,723

8,522

8,333

48,56

12,000

12,000

10,760

10,255

9,873

9,555

9,277

9,028

8,800

8,589

8,391

49,56

12,000

12,000

11,115

10,474

10,039

9,689

9,389

9,124

8,882

8,660

8,452

50,56

12,000

12,000

12,000

10,742

10,228

9,838

9,512

9,227

8,971

8,736

8,518

51,56

12,000

12,000

12,000

11,101

10,449

10,005

9,647

9,340

9,067

8,818

8,588

52,56

12,000

12,000

12,000

12,000

10,720

10,196

9,797

9,463

9,170

8,906

8,663

53,56

12,000

12,000

12,000

12,000

11,085

10,420

9,966

9,599

9,283

9,002

8,745

54,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,695

10,159

9,751

9,407

9,105

8,832

55,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

11,066

10,387

9,921

9,544

9,218

8,927

56,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,666

10,117

9,697

9,343

9,031

57,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

11,045

10,348

9,870

9,481

9,144

58,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,633

10,069

9,635

9,270

59,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

11,020

10,304

9,811

9,409

60,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,595

10,013

9,565

61,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,992

10,253

9,743

62,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,552

9,949

63,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,959

10,195

64,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,501

65,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

10,922

66,56

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

12,000

 

Tabel 4. Durasi Tengah Hari ke Magrib untuk 46,56o – 66,56o LU dan 46,56o – 66,56o LS

Durasi Tengah Hari ke Magrib (jam)

Deklinasi Matahari (derajat)

LU

+23,44

+21,44

+19,44

+17,44

+15,44

+13,44

+11,44

+9,44

+7,44

+5,44

+3,44

LS

-23,44

-21,44

-19,44

-17,44

-15,44

-13,44

-11,44

-9,44

-7,44

-5,44

-3,44

Lintang Geografis Pengamat
(derajat LU dan LS)

46,56

7,916

7,729

7,552

7,382

7,218

7,061

6,907

6,758

6,611

6,466

6,324

47,56

7,990

7,794

7,609

7,432

7,262

7,098

6,939

6,783

6,631

6,482

6,334

48,56

8,067

7,862

7,669

7,484

7,307

7,137

6,972

6,811

6,653

6,498

6,345

49,56

8,148

7,934

7,731

7,539

7,355

7,178

7,006

6,839

6,675

6,514

6,356

50,56

8,234

8,009

7,797

7,597

7,405

7,220

7,042

6,868

6,698

6,532

6,367

51,56

8,325

8,088

7,867

7,657

7,457

7,265

7,079

6,899

6,723

6,550

6,379

52,56

8,422

8,173

7,940

7,721

7,512

7,312

7,119

6,931

6,748

6,569

6,392

53,56

8,525

8,262

8,018

7,788

7,570

7,361

7,160

6,965

6,775

6,589

6,405

54,56

8,636

8,357

8,100

7,859

7,631

7,413

7,204

7,001

6,803

6,610

6,419

55,56

8,755

8,459

8,188

7,934

7,696

7,468

7,250

7,038

6,833

6,632

6,434

56,56

8,884

8,569

8,282

8,015

7,764

7,526

7,298

7,078

6,864

6,655

6,450

57,56

9,025

8,688

8,382

8,101

7,837

7,588

7,350

7,120

6,897

6,680

6,466

58,56

9,180

8,816

8,491

8,193

7,915

7,654

7,404

7,165

6,933

6,706

6,484

59,56

9,352

8,957

8,609

8,292

7,999

7,724

7,463

7,212

6,970

6,734

6,502

60,56

9,545

9,112

8,737

8,399

8,089

7,799

7,525

7,263

7,009

6,763

6,522

61,56

9,766

9,285

8,877

8,516

8,186

7,880

7,592

7,317

7,052

6,795

6,543

62,56

10,026

9,480

9,033

8,643

8,292

7,968

7,664

7,375

7,097

6,828

6,565

63,56

10,344

9,705

9,207

8,784

8,407

8,063

7,741

7,437

7,146

6,864

6,589

64,56

10,767

9,969

9,404

8,940

8,534

8,166

7,826

7,505

7,199

6,903

6,615

65,56

11,527

10,294

9,632

9,115

8,674

8,280

7,917

7,578

7,255

6,945

6,643

66,56

12,000

10,728

9,901

9,315

8,830

8,405

8,018

7,658

7,317

6,990

6,673

 

Sehingga, durasi puasa dapat dihitung dengan menjumlahkan hasil pada Tabel 3 dan 4 menjadi berikut:

Tabel 5. Durasi Puasa untuk 46,56o – 66,56o LU dan 46,56o – 66,56o LS

Durasi Puasa
(jam)

Deklinasi Matahari

LU

+23,44

+21,44

+19,44

+17,44

+15,44

+13,44

+11,44

+9,44

+7,44

+5,44

+3,44

LS

-23,44

-21,44

-19,44

-17,44

-15,44

-13,44

-11,44

-9,44

-7,44

-5,44

-3,44

Lintang Geografis Pengamat (derajat LU dan LS)

46,56

19,916

18,505

17,830

17,285

16,810

16,380

15,984

15,613

15,261

14,926

14,602

47,56

19,990

18,921

18,105

17,500

16,987

16,530

16,112

15,722

15,354

15,004

14,667

48,56

20,067

19,862

18,429

17,740

17,181

16,692

16,248

15,838

15,453

15,086

14,735

49,56

20,148

19,934

18,846

18,013

17,394

16,867

16,395

15,962

15,557

15,174

14,808

50,56

20,234

20,009

19,797

18,338

17,633

17,058

16,554

16,095

15,669

15,268

14,885

51,56

20,325

20,088

19,867

18,758

17,906

17,270

16,727

16,239

15,790

15,368

14,967

52,56

20,422

20,173

19,940

19,721

18,232

17,508

16,916

16,395

15,919

15,475

15,055

53,56

20,525

20,262

20,018

19,788

18,655

17,781

17,126

16,564

16,059

15,591

15,150

54,56

20,636

20,357

20,100

19,859

19,631

18,108

17,363

16,751

16,211

15,715

15,252

55,56

20,755

20,459

20,188

19,934

19,696

18,534

17,636

16,960

16,377

15,851

15,361

56,56

20,884

20,569

20,282

20,015

19,764

19,526

17,965

17,195

16,561

15,998

15,481

57,56

21,025

20,688

20,382

20,101

19,837

19,588

18,395

17,468

16,767

16,161

15,611

58,56

21,180

20,816

20,491

20,193

19,915

19,654

19,404

17,798

17,001

16,341

15,753

59,56

21,352

20,957

20,609

20,292

19,999

19,724

19,463

18,232

17,274

16,544

15,911

60,56

21,545

21,112

20,737

20,399

20,089

19,799

19,525

19,263

17,605

16,776

16,087

61,56

21,766

21,285

20,877

20,516

20,186

19,880

19,592

19,317

18,044

17,048

16,286

62,56

22,026

21,480

21,033

20,643

20,292

19,968

19,664

19,375

19,097

17,380

16,514

63,56

22,344

21,705

21,207

20,784

20,407

20,063

19,741

19,437

19,146

17,824

16,784

64,56

22,767

21,969

21,404

20,940

20,534

20,166

19,826

19,505

19,199

18,903

17,116

65,56

23,527

22,294

21,632

21,115

20,674

20,280

19,917

19,578

19,255

18,945

17,564

66,56

24,000

22,728

21,901

21,315

20,830

20,405

20,018

19,658

19,317

18,990

18,673

Terlihat pada tabel di atas, durasi puasa ketika Solstis Utara untuk 46,56o – 66,56o LU dan ketika Solstis Selatan untuk 46,56o – 66,56o LS bervariasi antara 19,9 hingga 24 jam. Sedangkan, untuk puasa tahun ini (deklinasi Matahari berkisar antara +9,12o hingga +18,19o), durasi puasa untuk 46,56o – 66,56o LU bervariasi antara 15,5 hingga 21,6 jam.

Oleh karenanya, secara praktis, jika waktu isya = subuh, maka pelaksanaan salat subuh dapat dilakukan sesaat setelah pelaksanaan salat isya selesai. Dengan kata lain, waktu berbuka adalah sekaligus waktu sahur. Kasus khusus untuk Midnight Sun, pelaksanaan salat Magrib setelah berbuka dapat disegerakan dan kemudian disambung oleh salat Isya dan Subuh. Meskipun, ada pendapat bahwa waktu penentuan waktu subuh, isya dan magrib untuk wilayah lingkaran kutub dapat menggunakan waktu subuh, isya dan magrib untuk kota Mekkah dengan menyesuaikan zona waktu masing-masing.

Bagi wilayah yang terletak di lingkar kutub, dapat mengambil waktu puasa yang terdekat dengan wilayah yang masih mengalami terbit dan terbenam Matahari dengan mengasumsikan waktu isya = subuh dan pelaksanaan salat isya maupun subuh berdasarkan penjelasan sebelumnya.

Penutup

Demikianlah perhitungan durasi puasa untuk lintang rendah maupun kasus khusus di lintang tinggi. Semoga puasa tahun ini dapat berjalan lancar. Salam Edusainsa!

Comments