Bersiaplah, 4 Juli terjadi Fenomena Aphelion

Oleh Andi Pangerang
30 Juni 2020

Aphelion merupakan fenomena di mana posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari. Hal ini dikarenakan orbit bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.

Sehingga, setiap tahunnya Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari (yang disebut perihelion) yang terjadi setiap Januari, dan berada pada jarak terjauh dari Matahari (yang disebut sebagai aphelion) yang terjadi setiap bulan Juli.

Aphelion tahun ini terjadi pada tanggal 4 Juli 2020 pukul 18.34 WIB pada jarak 152.095.295 km.

Dampaknya ke Bumi

Secara umum, tidak ada dampak yang signifikan pada Bumi. Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau dikarenakan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan Bumi (yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan. 

Mengingat posisi Matahari saat ini berada di belahan Utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin.

Oleh karenanya, angin bertiup dari arah Selatan menuju Utara dan saat ini angin yang bertiup itu dari arah Australia yang memang mengalami musim dingin. Dampak yang ditimbulkan adalah efek penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang terletak di selatan khatulistiwa, yang saat ini sedang terjadi.

Posisi Bumi yang berada pada titik terjauh dari Matahari juga tak mempengaruhi panas yang diterima Bumi. Hal ini karena panas dari Matahari terdistribusi ke seluruh Bumi, dengan distribusi yang paling signifikan mempengaruhi disebabkan oleh pola angin. Mengingat saat ini angin bertiup dari arah Selatan yang musim dingin, maka kita akan merasakan suhu yang lebih dingin. 

Selain itu, diameter tampak Matahari akan terlihat sedikit lebih kecil  dibandingkan rata-ratanya yakni sekitar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68%. 

Presesi Apsidal

Aphelion dan Perihelion satu dekade terakhir hingga satu dekade mendatang terjadi sekitar 13-15 setelah titik balik (solstis) Matahari.
Di masa lalu, tepatnya pada tahun 1248, Perihelion bertepatan dengan Titik Balik Selatan Matahari (saat itu 15 Desember dalam Kalender Julian) sedangkan Aphelion bertepatan dengan Titik Balik Utara Matahari (saat itu 15 Juni dalam kalender Julian). Hal ini menyebabkan durasi musim gugur astronomis  di belahan Utara (dari ekuinoks September ke Solstis Desember) sama dengan durasi musim dingin astronomis di belahan Utara (dari Solstis Desember ke ekuinoks Maret).
Demikian halnya dengan durasi musim semi astronomis di belahan Utara (dari ekuinoks Maret ke Solstis Juni) dan durasi musim panas astronomis di belahan Utara (dari Solstis Juni ke Ekuinoks September).

Bumi mengalami gerak presesi apsidal, salah satu dari tiga gerak presesi yang disebabkan oleh pergeseran titik apsidal (yakni Perihelion dan Aphelion) terhadap Titik Pertama Aries. Hal ini mengakibatkan tanggal Perihelion dan Aphelion bergeser satu hari setelah 58 tahun (dengan variasi tanggal hingga 2 hari untuk dua tahun yang berdekatan).
Diperkirakan, 4410 tahun lagi (yakni pada tahun 6430), Perihelion akan bertepatan dengan Ekuinoks Maret sedangkan Aphelion akan bertepatan dengan Ekuinoks September.

Comments