Dua Puluh Bintang Paling Terang di Langit Malam – Edisi Pertama

Oleh Andi Pangerang
29 Desember 2020

Halo, Sahabat Edusainsa! Di antara Sahabat sekalian, pasti setidaknya pernah memandangi langit malam sekali seumur hidup. Langit malam tentu menjadi lebih indah jika dihiasi oleh Bulan, planet-planet dan taburan bintang-gemintang nan cemerlang. Apabila Sahabat memerhatikan dan mengetahui secara seksama, Sahabat akan menemukan bintang yang tampak lebih terang dan besar dibandingkan dengan yang lain, ada pula yang tampak lebih redup dan kecil.

Beberapa faktor yang memengaruhi terang redupnya suatu bintang, di antaranya adalah karena bintang-bintang tersebut berjarak relatif lebih dekat terhadap Bumi. Selain itu, terang redupnya suatu bintang juga disebabkan karena bintang-bintang tersebut sangat panas dan masif. Bahkan, bintang-bintang yang sudah “menua” karena kehabisan bahan bakar juga dapat memengaruhi redupnya suatu bintang, di samping juga karena bintang tersebut berjarak cukup jauh dari Bumi sehingga tampak lebih redup.

Para astronom mengelompokkan bintang-bintang tersebut ke dalam kelompok yang disebut sebagai kelas spektrum (spectral class). Kelas spektrum dapat dikelompokkan berdasarkan suhu efektif suatu bintang (disebut juga sistem Morgan-Keenan atau MK, ditandai dengan huruf O, B, A, F, G, K, dan M yang mana bintang tipe O merupakan bintang terpanas dan bintang tipe M merupakan bintang terkecil) dan berdasarkan luminositas suatu bintang (disebut juga kelas luminositas, ditandai dengan angka Romawi: 0 (atau Ia+), Ia, Ib, II, II, IV, V, VI (atau sd, singkatan dari subdwarf yang bermakna “subkatai”), dan VII (atau D, singkatan dari dwarf yang bermakna “katai”) yang mana kelas 0 untuk bintang maharaksasa, sementara kelas VII merupakan bintang katai putih).

Gambar 1.a. Diagram Hertzsprung-Russell dan Klasifikasi Bintang. Sumber: Wikipedia

Gambar 1.b. Tabel Klasifikasi Bintang Beserta Warna Bintang. Sumber: Wikipedia

Meskipun demikian, Sahabat semata-mata tidak dapat menentukan seberapa “tua” suatu bintang hanya berdasarkan dengan melihat bintang tersebut, akan tetapi, dengan mengetahui kecerlangan suatu bintang, Sahabat dapat menggunakan informasi ini untuk memelajari lebih lanjut mengenai sifat bintang tersebut.

Berikut ini daftar sepuluh bintang paling terang yang menghiasi langit malam dan patut dinantikan oleh Sahabat sekalian.

Sirius – Alfa Canis Mayoris (α CMa)

Sirius merupakan bintang paling terang di seluruh langit malam. Nama “Sirius” berasal dari Bahasa Yunani, Seirios yang bermakna “berkilauan”. Bintang ini merupakan bintang utama yang terletak di konstelasi Canis Mayor (“Anjing Besar”). Sirius merupakan salah satu bintang yang dianggap penting bagi peradaban Mesir Kuno dan Jazirah Arab pada umumnya karena menandai banjir tahunan di sungai Nil, bahkan diabadikan dalam Al-Quran surat An-Najm (“Bintang”) sebagai asy-Syi’ra yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Latin, Aschere sebagai nama alternatif dari Sirius.

Gambar 2. Citra Bintang Sirius. Sumber: Sky and Telescope

Kecerlangan visual gabungannya sebesar −1,46 mengingat Sirius tadinya merupakan sistem bintang biru berganda (Sirius A dan B) yang mana salah satu dari keduanya telah berevolusi terlebih dahulu menjadi raksasa merah sebelum akhirnya meluruh menjadi bintang katai putih. Sirius A memiliki kecerlangan visual −1,47 dan termasuk ke dalam kelas spektrum A1V yang menandakan bintang ini berada di deret utama (kelas V) dan termasuk bintang tipe A1. Sementara saudaranya, Sirius B memiliki kecerlangan visual +8,44 dan termasuk ke dalam kelas spektrum DA2 yang menandakan bintang ini merupakan bintang katai putih. Sirius berjarak 8,6 tahun cahaya dengan ukuran masing-masing (Sirius A dan B) sebesar 1,7 dan seperseratus dua puluh kali Matahari. Bintang ini terletak di selatan ekuator langit dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 06jam 45menit 08,92detik dan −16° 42′ 58,92″.

Canopus – Alfa Carinae (α Car)

Canopus merupakan bintang paling terang kedua setelah Sirius. Nama “Canopus” berasal dari salah seorang navigator kapal bernama Canobus yang bekerja untuk Raja Menelaus dari Sparta selama Perang Troya berlangsung. Konon, Canobus tewas terkena gigitan ular, sehingga Raja Menelaus mendirikan monumen untuk mengenang jasa beliau di salah satu hilir sungai Nil dan kemudian berdirilah Kota Canobus beberapa selang waktu setelahnya.

Gambar 3. Posisi Sirius dan Canopus di Langit Malam. Sumber: Universe Today

Bintang ini merupakan bintang utama yang terletak di konstelasi Carina (“lambung kapal”). Kecerlangan visualnya −0,74 dan termasuk ke dalam kelas spektrum A9II yang menandakan bintang ini tergolong ke dalam bintang raksasa terang (kelas II) dengan tipe A9. Canopus berjarak 310 tahun cahaya dengan ukuran 71 kali Matahari. Bintang ini terletak di langit selatan dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 06jam 23menit 57,11detik dan −52° 41′ 44,38″. Bintang ini tidak pernah terbenam bagi pengamat di lintang 37°LS atau lebih dan tidak pernah terbit bagi pengamat di lintang 37°LU atau lebih.

Alfa Centauri (α Cen A – Rigil Kent, α Cen B – Toliman)

Gambar 4. Citra Bintang Alfa Centauri. Sumber: Irida Observatory

Alfa Centauri merupakan bintang paling terang ketiga setelah Canopus dan terletak di konstelasi Centaurus. Alfa Centauri pada dasarnya adalah sistem bintang ganda, dua bintang yang masing-masing mengorbit suatu titik tertentu, dengan periode 80 tahun dan keduanya terpisah sejauh 35,6 satuan astronomi (jarak Pluto ke Matahari) hingga 11,2 satuan astronomi (jarak Saturnus ke Matahari). Dua bintang tersebut adalah: Rigil Kentaurus atau α Cen A atau α1 Cen dengan kecerlangan +0,01 dan kelas spektrum G2V; Toliman atau α Cen B atau α2 Cen dengan kecerlangan +1,33 dan kelas spektrum K1V. Kedua bintang ini merupakan bintang mirip Matahari karena terletak di deret utama (kelas V) dengan tipe bintang G dan K. Dua bintang ini terlihat menjadi sebuah bintang tunggal dengan kecerlangan gabungan −0,27. Alfa Centauri berjarak 4,4 tahun cahaya dengan ukuran masing-masing (α Cen A dan B) sebesar 1,22 dan 0,86 kali Matahari.

Nama “Rigil Kent” atau lengkapnya “Rigil Kentaurus” berasal dari Bahasa Arab Rijl al-Qinturus yang bermakna “Kaki Manusia Berbadan Kuda (Centaur)” sedangkan “Toliman” berasal dari Bahasa Arab az-zaliman yang bermakna “Dua Burung Unta Jantan”. Bintang ini terletak di langit selatan dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 14jam 39menit 36,49detik dan −60° 50′ 02,37″. Bintang ini tidak pernah terbenam bagi pengamat di lintang 29°LS atau lebih dan tidak pernah terbit bagi pengamat di lintang 29°LU atau lebih.

Arcturus – Alfa Bootis (α Boo)

Arcturus merupakan bintang paling terang keempat setelah Alfa Centauri dan terletak di konstelasi Bootes. Nama “Arcturus” berasal dari Bahasa Yunani Kuno, Arktouros yang bermakna “Penjaga Beruang” (arktos = “beruang”, ouros = “penjaga”) dan telah dikenal sejak era penyair Yunani bernama Hesiodos sekitar tahun 700 SM. Penamaan ini muncul berdasarkan mitologi Yunani, Arcas Sang Pemburu (yang kemudian menjadi Raja Arkadia) yang ingin membunuh ibu kandungnya sendiri, Callisto, yang berubah wujud menjadi seekor beruang. Akan tetapi, Zeus menjelma menjadi seorang lelaki yang melindungi beruang tersebut. Lelaki tersebut menjadi konstelasi Bootes sedangkan sang beruang menjadi konstelasi Ursa Mayor.

Gambar 5. Bagan Posisi Bintang Arcturus dan Konstelasi Ursa Mayor sebagai Pemandu. Sumber: Universe Today

Kecerlangan visualnya sebesar −0,05 dan termasuk ke dalam kelas spektrum K0III yang menandakan bintang ini tergolong ke dalam bintang raksasa (kelas III) dengan tipe K0. Arcturus berjarak 37 tahun cahaya dengan ukuran 25 kali Matahari. Bintang ini terletak di utara ekuator langit dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 14jam 15menit 39,7detik dan +19° 10′ 56″.

Vega – Alfa Lyrae (α Lyr)

Gambar 6. Posisi Bintang Vega dalam Konstelasi Lyra. Sumber: Earthsky

Vega merupakan bintang paling terang kelima setelah Arcturus dan terletak di konstelasi Lyra (“harpa”). Nama “Vega” berasal dari Bahasa Arab al-Waqa dengan nama lengkap an-nasr al-waqa yang bermakna “elang jatuh”. Kecerlangan visualnya sebesar +0,03 (dengan variasi antara −0,02 hingga +0,07) dan termasuk ke dalam kelas spektrum A0Va yang menandakan bintang ini tergolong ke dalam deret utama (kelas V) dengan tipe A0. Vega berjarak 25 tahun cahaya dengan ukuran 2,4 kali Matahari. Bintang ini terletak di langit utara dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 18jam 36menit 56,34detik dan +38° 47′ 01,28″. Bintang ini tidak pernah terbit bagi pengamat di lintang 51°LS atau lebih dan tidak pernah terbenam bagi pengamat di lintang 51°LU atau lebih.

Capella – Alfa Aurigae (α Aur)

Gambar 7. Perbandingan Ukuran Anggota Sistem Bintang Capella dengan Matahari. Sumber: Wikipedia

Capella merupakan bintang paling terang keenam setelah Vega dan terletak di konstelasi Auriga (“kereta kencana”). Nama “Capella” berasa dari Bahasa Latin Capella yang bermakna “kambing kecil”. Penamaan ini berasal dari mitologi Yunani, Amalthea, seekor kambing betina yang mengasuh dan menyusui Zeus kecil di dalam suatu goa di Pulau Kreta, Yunani. Hal ini disebabkan oleh Kronos, ayah Zeus meyakini suatu nubuat bahwa salah seorang anaknya akan menurunkan ia dari tahtanya sebagai penguasa dunia, sehingga ia akan memakan semua anak-anaknya. Sepeninggal matinya Amalthea, Zeus memberi penghargaan dengan menjadikan salah satu tanduknya sebagai simbol kedamaian dan kemakmuran.

Kecerlangan visual gabungannya sebesar +0,08 (dengan variasi antara +0,03 hingga +0,16) mengingat Capella merupakan sistem bintang kuartet yang terdiri dari dua pasang bintang biner: Capella Aa (kelas spektrum K0III, raksasa merah) dengan Capella Ab (kelas spektrum G1III, subraksasa), dan Capella H (kelas spektrum M2.5V, katai merah deret utama) dengan Capella L (kelas spektrum M4V, katai merah deret utama). Capella berjarak 43 tahun cahaya dengan ukuran terbesarnya (Capella Aa dan Ab) 2,5 kali Matahari serta ukuran terkecilnya (Capella H dan L) 0,54 kali Matahari. Bintang i­­ni terletak di langit utara dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 05jam 16menit 41,36detik dan +45° 59′ 52,77″. Bintang ini tidak pernah terbenam bagi pengamat di lintang 44°LU atau lebih.

Rigel – Beta Orionis (β Ori)

Gambar 8. Citra Bintang Rigel. Sumber: Earthsky

Rigel merupakan bintang paling terang ketujuh setelah Capella dan terletak di konstelasi Orion (“Sang Pemburu”). Nama “Rigel” berasal dari Bahasa Arab rijl dengan nama lengkap rijl al-Jauzah atau rijl al-jabbar yang bermakna “Kaki Sang Pemburu (Orion)”. Dari nama inilah, nama Algebar diturunkan. Rigel pada dasarnya adalah sistem bintang tripel: Rigel A atau Algebar (kelas spektrum B8Ia, maharaksasa biru) berkecerlangan +0,13 ; Rigel B dan C (kelas spektrum B9V, deret utama) dengan kecerlangan masing-masing +7,5 dan +7,6. Kecerlangan gabungan sistem ini sebesar +0,13 dan bervariasi antara +0,05 hingga +0,18. Rigel berjarak 860 tahun cahaya dengan ukuran terbesarnya (Rigel A) 79 kali Matahari. Bintang ini terletak di selatan ekuator langit dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 05jam 14menit 32,27detik dan −08° 12′ 05,90″.

Procyon – Alfa Canis Minoris (α CMi)

Gambar 9. Citra Bintang Procyon. Sumber: Astropixels - Fred Espenak

Procyon merupakan bintang paling terang kedelapan setelah Rigel dan terletak di konstelasi Canis Minor (“Anjing Kecil”). Nama “Procyon” berasal dari Bahasa Yunani Kuno prokuon yang bermakna “sebelum/di belakang anjing” (prefiks pro: sebelum, belakang; kuonos: anjing). Penamaan ini muncul dikarenakan Procyon terbit terlebih dahulu dibandingkan Sirius bagi pengamat di belahan utara. Procyon pada dasarnya adalah sistem bintang ganda yang terdiri dari: Procyon A (kelas spektrum F5 IV-V, deret utama) berkecerlangan +0,34 dan Procyon B (kelas spektrum DQZ, katai putih) berkecerlangan +10,7. Kecerlangan gabungan sistem ini sebesar +0,34. Procyon berjarak 11,5 tahun cahaya dengan ukuran dua kali Matahari untuk Procyon A dan seperdelapan puluh kali Matahari untuk Procyon B. Bintang ini terletak di utara ekuator langit dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 07jam 39menit 18,12detik dan +05° 13′ 29,9″.

Achernar - Alfa Eridani (α Eri)

Gambar 10.a. Posisi Bintang Achernar dalam Konstelasi Eridani bersama dengan Sirius, Rigel dan Sabuk Orion di Langit Malam.
Sumber: Astronomytrek

Achernar adalah bintang paling terang kesembilan setelah Procyon dan terletak di konstelasi Eridanus (“sungai langit”). Nama “Achernar” berasal dari Bahasa Arab akhir an-nahr yang berarti ujung/hilir sungai. Kecerlangan visualnya sebesar +0,46 dan termasuk ke dalam kelas spektrum B6Vep yang menandakan bintang ini berada di deret utama (kelas V) dengan tipe bintang variabel Be (bintang tipe B bukan maharaksasa yang spektrumnya memiliki garis emisi Balmer) dan berotasi sangat cepat, sehingga bentuknya lebih pepat di kedua kutubnya dengan jejari kutub lebih pendek 36% dibandingkan jejari ekuatornya. Achernar berjarak 139 tahun cahaya dan berukuran 11,4 kali Matahari (di ekuator). Bintang ini terletak di langit selatan dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 01jam 37menit 42,85detik dan −57° 14′ 12,31″. Bintang ini tidak pernah terbenam pengamat di lintang 33°LS atau lebih dan tidak pernah terbit bagi pengamat di lintang 33°LU atau lebih.

Gambar 10.b. Bentuk Bintang Achernar yang pepat di kedua kutubnya. Sumber: European Southern Observatory (ESO)

Betelgeuse – Alfa Orionis (α Ori)

Gambar 11.a. Citra Terkini Bintang Betelgeuse dan Perbandingan dengan Anggota Tatasurya dalam Skala Sebenarnya.
Sumber: European Southern Observatory (ESO)

Betelgeuse menempati urutan kesepeluh dari daftar bintang paling terang di langit malam. Bintang ini merupakan bintang utama di konstelasi Orion. Nama “Betelgeuse” berasal dari Bahasa Arab ibt al-Jauza’ yang bermakna “ketiak sang pemburu (Orion)”. Kecerlangan visualnya bervariasi antara +0,0 hingga +1,6 mengingat Betelgeuse merupakan bintang variabel semiregular kemerahan dengan rentang kecerlangan paling lebar dibandingkan bintang bermagnitudo pertama (kecerlangan kurang dari +1,50) lainnya. Kecerlangan rata-ratanya +0,50 dengan kelas spektrum M1-2 Ia-ab yang menandakan bahwa bintang ini termasuk ke dalam bintang maharaksasa merah. Betelgeuse berjarak 548 tahun cahaya dengan ukuran 764 kali Matahari, sehingga termasuk ke dalam salah satu bintang terbesar yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Bintang ini terletak di utara ekuator langit dengan koordinat (Asensiorekta, Deklinasi) 05jam 55menit 10,31detik dan +07° 24′ 25,43″.

Gambar 11.b. Asterisme Segitiga Musim Penghujan Betelgeuse-Procyon-Sirius. Sumber: Astronomytrek

Betelgeuse bersama-sama dengan Procyon dan Sirius membentuk Segitiga Musim Penghujan bagi pengamat di sekitar garis khatulistiwa dan Segitiga Musim Dingin bagi pengamat di belahan utara.

Comments