Fenomena Astronomis Januari 2020

Oleh Andi Pangerang
27 Januari 2021

Halo, Sahabat EduSainsa semua! Fenomena astronomis apa sajakah yang akan terjadi sepanjang bulan Januari ini? Berikut ulasannya!

2 Januari – Perihelion Bumi

Perihelion adalah konfigurasi ketika Bumi berada di titik terdekat dari Matahari. Hal ini disebabkan oleh orbit Bumi yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut. Perihelion terjadi setiap tahun dengan pergeseran 1 hari setiap 58 tahun dan variasi tahunan sebesar ± 2 hari dari tahun sebelumnya. Perihelion tahun ini terjadi pada 2 Januari pukul 20.50 WIB / 21.50 WITA / 22.50 WIT dengan jarak 147.093.163 kilometer dari Matahari. Dampak ke Bumi secara signifikan tidak memberi pengaruh apa-apa karena energi radiasi Matahari hanya meningkat sekitar 3,4% dari rata-rata. Matahari akan tampak lebih kecil 2,5% dibandingkan ukuran rata-ratanya ketika perihelion.

4 Januari – Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid adalah hujan meteor yang titik radiannya (titik awal munculnya hujan meteor) terletak di rasi bintang Quadrant Muralis, saat ini merupakan bagian dari konstelasi Bootes. Quadrantid terbentuk dari sisa debu asteroid 2003 EH1.

Puncak aktivitas hujan meteor ini terjadi pada 3 Januari 2021 pukul 21.47 WIB / 22.47 WITA / 23.47 WIT, akan tetapi baru dapat disaksikan ketika titik radian Quadrantid sudah terbit keesokan harinya, yakni pada 4 Januari 2020 pukul 02.30 waktu setempat hingga menjelang berakhirnya fajar bahari sekitar pukul 05.00 waktu setempat dari arah timur laut hingga utara-timur laut.

Intensitas maksimum hujan meteor ini dapat mencapai 120 meteor/jam ketika di zenit. Akan tetapi, karena ketinggian titik radian ketika akhir fajar bahari di Indonesia sekitar 17°–35°, maka hanya akan menyaksikan hujan meteor berintensitas antara 36–65 meteor/jam. Hujan meteor Quadrantid tahun ini akan terganggu oleh cahaya Bulan susut berumur 20 hari sehingga dapat mengurangi intensitas maksimumnya.

Gambar 1. Hujan meteor Quadrantid pada 4 Januari. Sumber : Stellarium PC

 

6 Januari – Bulan Fase Perbani Akhir

Fase perbani akhir adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi setelah fase Bulan purnama. Puncak fase perbani akhir terjadi pada pukul 16.37.15 WIB / 17.37.15 WITA / 18.37.15 WIT. Sehingga, Bulan perbani akhir ini baru dapat disaksikan ketika terbit pada tanggal 7 Januari sekitar tengah malam dari arah timur, berkulminasi di arah utara menjelang terbit Matahari dan kemudian terbenam di arah barat menjelang tengah hari. Bulan berjarak 371.347 km dari Bumi (geosentrik) dan berada di sekitar konstelasi Virgo.

Gambar 2. Bulan Fase Perbani Akhir pada 6 Januari. Sumber : Live Star Chart

 

9 Januari – Perige Bulan

Perige Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling dekat dengan Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang ­berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut. Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27? hari dengan interval dua perige Bulan yang berdekatan bervariasi antara 24?–28½ hari.

Perige Bulan di bulan Januari 2021 terjadi pada tanggal 9 Januari pukul 22.27.26 WIB / 23.27.26 WITA atau 10 Januari pukul 00.27.26 WIT dengan jarak 367.357 km dari Bumi (geosentrik), iluminasi 16% dan berada di sekitar konstelasi Libra. Perige Bulan ini baru dapat disaksikan pada 10 Januari sekitar pukul 02.30 waktu setempat dari arah timur-tenggara, berkulminasi di arah selatan sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat daya sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

9–13 Januari – Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus

Merkurius akan mengalami tripel konjungsi dengan Jupiter dan Saturnus selama lima hari sejak tanggal 9–13 Januari. Fenomena ini dapat disaksikan sejak senja bahari, sekitar 22,5 menit setelah terbenam Matahari dari arah barat-barat daya selama 15 hingga 40 menit. Awal tripel konjungsi di tanggal 9, Merkurius berkonjungsi dengan Saturnus yang terpisah 1,93° dan magnitudo masing-masing −0,88 dan +0,61. Pertengahan tripel konjungsi di tanggal 11, Merkurius berkonjungsi dengan Saturnus yang terpisah 1,47° dan magnitudo masing-masing −0,87 dan −1,95. Akhir tripel konjungsi di tanggal 13, Merkurius (mag. −0,87) terletak lebih tinggi dibandingkan dengan Jupiter (mag. −1,95) dan Saturnus (+0,60).

Gambar 3. Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus pada 9 - 13 Januari. Sumber : Stellarium PC.

 

12 Januari – Konjungsi Bulan-Venus

Puncak konjungsi Bulan-Venus terjadi pada 12 Januari pukul 03.01.03 WIB / 04.01.03 WITA / 05.01.03 WIT dengan jarak pisah 1,48°. Bagi wilayah Indonesia Barat dan Tengah, baru dapat menyaksikan fenomena ini sejak terbit Bulan pada pukul 04.30 waktu setempat dengan sudut pisah 2,1° hingga akhir fajar bahari (sekitar pukul 05.20 waktu setempat) dengan sudut pisah 2,49° di arah timur-tenggara. Sementara, di Indonesia Timur, dapat menyaksikan puncak fenomena ini dengan magnitudo Venus −3,86 dan iluminasi Bulan 2,4%.

Gambar 4. Konjungsi Bulan-Venus pada 12 Januari. Sumber : Stellarium PC.

 

12 Januari – Deklinasi Maksimum Selatan Bulan

Deklinasi maksimum selatan pada Bulan merupakan posisi Bulan yang terletak paling selatan terhadap ekuator langit. Deklinasi maksimum selatan dapat diibaratkan seperti solstis Desember pada Matahari. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, dan ekliptika yang membentuk sudut 23,4° terhadap ekuator langit, maka nilai deklinasi maksimum dapat bervariasi antara 18,3°–28,5° selama 18,6 tahun yang merupakan periode simpul Bulan mengelilingi Bumi.

Puncak deklinasi maksimum selatan di bulan Januari 2021 ini terjadi pada 12 Januari pukul 15.18 WIB / 16.18 WITA / 17.18 WIT dengan deklinasi maksimum sebesar −24,9° dan iluminasi 0,9%. Sehingga ketinggian Bulan di Indonesia bervariasi antara 59,1°–76,1° di arah selatan ketika kulminasi di sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Bulan dapat disaksikan sejak terbit pukul 04.30 waktu setempat di arah timur-tenggara hingga terbenam pukul 17.30 waktu setempat di arah barat-barat daya. Bulan terletak di konstelasi Sagitarius ketika deklinasi maksimum selatan.

Gambar 5. Deklinasi Maksimum Selatan Bulan pada 12 Januari. Sumber : Live Star Chart.

 

13 Januari – Nadir Ka’bah (Ketika Matahari Tepat di Bawah Ka’bah)

Nadir Ka’bah adalah fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di nadir (titik terbawah) saat tengah malam bagi pengamat yang berlokasi di Ka’bah.  Karena bentuk Bumi yang bulat, maka Matahari akan berada tepat di atas titik antipode Ka’bah (titik yang terletak di belahan Bumi yang berlawanan terhadap Ka’bah) ketika tengah hari. Sehingga, ujung bayangan Matahari yang mengalami pagi, siang dan sore akan mengarah ke kiblat.

Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun. Untuk tahun 2021 ini terjadi pada 13 Januari pukul 00.29 Waktu Arab Saudi (06.29 WIT) dan terjadi kembali pada 29 November pukul 00.09 Waktu Arab Saudi (06.09 WIT). Penggunaan Nadir Ka’bah dalam meluruskan arah kiblat hanya dapat digunakan bagi wilayah ketika Matahari berada di atas ufuk: Propinsi Maluku (kecuali Pulau Buru), Propinsi Papua Barat, Propinsi Papua, Timor Leste (kecuali distrik Oecussi), Papua Nugini, Selandia Baru, sebagian besar Australia, negara-negara di Oseania, Amerika Serikat, sebagian besar Kanada, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Pastikan tiga hal ini sebelum melakukan pengukuran kiblat: Tegak Lurus (tongkat maupun bandul diletakkan tegak lurus permukaan Bumi), Rata (tempat meletakkan benda maupun jatuhnya bayangan Matahari harus rata), Tepat Waktu (penunjuk waktu harus terkalibrasi dengan baik dan pengukuran dilakukan pada waktu yang ditentukan). Meskipun demikian, pengukuran dapat dilakukan 40 menit sebelum dan sesudah waktu yang ditentukan  dengan toleransi ½ menit jika cuaca kurang mendukung.

Gambar 6. Nadir Ka'bah pada 13 Januari. Sumber : in-the-sky.org

 

13 Januari – Fase Bulan Baru

Fase Bulan baru, disebut juga konjungsi [solar] Bulan, adalah konfigurasi ketika Bulan terletak di antara Matahari dan Bumi dan segaris dengan Matahari dan Bumi. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, bayangan Bulan tidak selalu jatuh di permukaan Bumi ketika fase Bulan baru, sehingga setiap fase Bulan baru tidak selalu beriringan dengan gerhana Matahari.

Fase Bulan baru di Januari 2021 ini terjadi pada 13 Januari pukul 12.00.03 WIB / 13.00.03 WITA / 14.00.03 WIT dengan jarak 374.129 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Sagitarius. Pada 13 Januari beberapa saat setelah fajar astronomis, Venus dapat dilihat hingga fajar bahari berakhir. Sedangkan, Jupiter, Saturnus dan Merkurius dapat diamati sejak awal senja bahari hingga menjelang masuknya malam hari (fajar astronomis berakhir). Sementara itu, Mars masih bertengger di dekat zenit arah utara hingga kemudian terbenam ketika tengah malam.

Gambar 7. Fase Bulan Baru pada 13 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

14 Januari – Kuartet Konjungsi Bulan-Merkurius-Jupiter-Saturnus

Setelah Merkurius mengalami tripel dengan Jupiter dan Saturnus, Bulan turut mengiringi ketiga planet ini menjadi sebuah konfigurasi yang disebut kuartet konjungsi. Ketika kuartet konjungsi inilah, Merkurius (mag. −0,87) berkonjungsi dengan Bulan beriluminasi 2,1% yang terpisah sejauh 2,04°. Sementara, Jupiter (mag. −1,95) terletak di bawah Merkurius dan Bulan, sedangkan Saturnus (mag. +0,60) terletak di bawah Jupiter. Fenomena ini baru dapat disaksikan ketika awal senja bahari dengan durasi 12 menit (ketika terbenam Saturnus) sampai 44 menit (ketika terbenam Bulan) di arah barat-barat daya.

Gambar 8. Kuartet Konjungsi Bulan-Merkurius-Jupiter-Saturnus pada 14 Januari. Sumber: Stellarium PC.

 

18 Januari – Perihelion Komet 323P/SOHO

Komet 323P/SOHO merupakan komet periodik yang termasuk ke dalam komet keluarga Jupiter (Jupiter-family comet). Komet ini mengorbit Matahari selama 4,22 tahun dan orbitnya memotong orbit planet Jupiter. Komet ini pertama kali diobservasi oleh wahana Solar and Heliosphere Observatory (SOHO) sejak 12 Desember 1999. Orbit komet ini memiliki kelonjongan 0,9817 dan kemiringan 6,485°.

Komet ini akan mengalami perihelion pada 17 Januari pukul 23.00 UT atau 18 Januari pukul 05.59 WIB pada jarak 5,8 juta kilometer dari Matahari. Magnitudo komet saat perihelion sebesar +5,935 dan terletak di konstelagi Sagitarius. Sayangnya, pada tanggal 15-17 Januari, komet akan lebih sulit diamati setelah awal fajar bahari, sedangkan pada 18-24 Januari, komet akan lebih sulit diamati sebelum akhir senja bahari. Hal ini disebabkan oleh ketinggian komet yang rendah.

Komet dapat disaksikan menggunakan alat bantu optik dari arah timur-tenggara untuk ketampakan fajar (sebelum tanggal 15) dan dapat disaksikan pula dari arah barat-barat daya untuk ketampakan senja (setelah tanggal 24).

Gambar 9. Perihelion Komet 323P/SOHO pada 18 Januari. 

21 Januari – Bulan Fase Perbani Awal dan Apoge Bulan

Fase perbani awal adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi sebelum fase Bulan purnama. Sedangkan Apoge Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling jauh dengan Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang ­berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut. Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27? hari dengan interval dua apoge Bulan yang berdekatan bervariasi antara 26,98–27,90 hari. Rentang yang lebih sempit dibandingkan dengan perige disebabkan karena Bulan juga bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari. Sehingga, ketika perige, akan mengalami perturbasi lebih besar dengan Matahari dibandingkan ketika apoge.

Puncak fase perbani akhir terjadi pada pukul 04.01.32 WIB / 05.01.32 WITA / 06.01.32 WIT. Sedangkan, apoge Bulan di bulan Januari 2021 terjadi pada pukul 20.10.42 WIB / 21.10.42 WITA / 22.10.43 WIT. Sehingga, Bulan perbani awal ini baru dapat disaksikan ketika terbit pada tanggal 21 Januari sekitar tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara menjelang terbenam Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar tengah malam. Bulan berjarak 404.100 km dari Bumi (geosentrik) ketika puncak fase perbani awal dan berada di sekitar konstelasi Pisces. Sedangkan, Bulan berjarak 404.399 km dari Bumi (geosentrik) ketika apogee Bulan dan berada di sekitar konstelasi Aries.

Gambar 10. Bulan Fase perbani Awal pada 21 Januari. Sumber: Live Star Chart

Gambar 11. Apoge Bulan pada 21 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

24 Januari – Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Elongasi timur maksimum Merkurius adalah konfigurasi Matahari, Bumi dan Merkurius ketika sudut elongasi Merkurius bernilai maksimum dan mengarah ke timur. Elongasi maksimum pada Merkurius dapat bernilai antara 18°–28°, hal ini disebabkan oleh orbit Merkurius paling lonjong dibandingkan dengan planet lainnya, dan jarak perihelion hanya 52% dari jarak aphelionnya.  Elongasi timur maksimum Merkurius dapat beriringan antara 1-4 hari dengan terjadinya fase dikotomi (perbani / kuadratur Merkurius), yakni ketika konfigurasi Matahari, Merkurius dan Bumi membentuk sudut siku-siku (90°)

Elongasi timur maksimum kali ini terjadi pada 24 Januari 2021 pukul 08.46 WIB / 09.46 WITA / 10.46 WIT dengan elongasi maksimum sebesar 18,7°; magnitudo −0,6  dan berjarak 0,968 sa atau 144,8 juta kilometer dari Matahari. Fenomena ini dapat disaksikan setelah terbenam Matahari dari arah barat-barat daya dengan ketinggian Merkurius bervariasi di Indonesia antara 16°–17,6° Elongasi timur maksimum Merkurius rata-rata terjadi setiap empat bulan sekali, terakhir kali terjadi pada 1 Oktober 2020 silam dan akan kembali terjadi pada 17 Mei 2021.

Gambar 12. Elongasi Timur Maksimum Merkurius pada 24 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

24 Januari – Konjungsi [Solar] Saturnus

Konjungsi [solar] Saturnus merupakan konfigurasi ketika Saturnus, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Saturnus terletak sejajar dengan Matahari. Puncak konjungsi Saturnus terjadi pada 24 Januari pukul 10.25 WIB / 11.25 WITA / 12.25 WIT. Saturnus berjarak 10,968 au atau 1,64 milyar kilometer dari Matahari dan bermagnitudo +0,6. Konsekuensi dari fenomena ini adalah Saturnus tidak akan tampak lagi di langit malam karena sejajar dengan Matahari. Sudut pisah Saturnus-Matahari hanya sebesar 0,4°. Konjungsi Saturnus terjadi setiap tahunnya. Jika Saturnus dapat diamati, maka akan tampak lebih redup dan berukuran sangat kecil. Hal ini disebabkan karena jarak Saturnus terhadap Bumi akan lebih jauh ketika Saturnus mengalami konjungsi dengan Matahari.                         

                                Gambar 13. Konjungsi Saturnus pada 24 Januari. Sumber:  Live Star Chart                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      26 Januari – Deklinasi Maksimum Utara Bulan

Deklinasi maksimum utara pada Bulan merupakan posisi Bulan yang terletak paling utara terhadap ekuator langit. Deklinasi maksimum utara dapat diibaratkan seperti solstis Juni pada Matahari. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, dan ekliptika yang membentuk sudut 23,4° terhadap ekuator langit, maka nilai deklinasi maksimum dapat bervariasi antara 18,3°–28,5° selama 18,6 tahun yang merupakan periode simpul Bulan mengelilingi Bumi.

Puncak deklinasi maksimum utara di bulan Januari 2021 ini terjadi pada 26 Januari pukul 22.39 WIB / 23.39 WITA atau 27 Januari pukul 00.39 WIT dengan deklinasi maksimum sebesar +24,9° dan iluminasi 94,9%. Sehingga ketinggian Bulan di Indonesia bervariasi antara 54,1°–71,1° di arah utara ketika kulminasi di sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Bulan dapat disaksikan sejak terbit pukul 16.30 waktu setempat di arah timur-timur laut hingga terbenam keesokan paginya pukul 04.30 waktu setempat di arah barat-barat laut. Bulan terletak di konstelasi Gemini ketika deklinasi maksimum utara.

Gambar 14. Deklinasi Maksimum Utara Bulan pada 26 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

28-29 Januari – Fase Bulan Purnama

Fase Bulan purnama, atau disebut juga fase oposisi [solar] Bulan, adalah konfigurasi ketika Bulan terletak membelakangi Matahari dan segaris dengan Bumi dan Matahari. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, Bulan tidak selalu memasuki bayangan Bumi ketika fase Bulan purnama, sehingga setiap fase Bulan purnama tidak selalu beriringan dengan gerhana BUlan.

Fase Bulan purnama di Januari 2021 ini terjadi pada 29 Januari pukul 02.16.07 WIB / 03.16.07 WITA / 04.16.07 WIT dengan jarak 381.521 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Cancer. Secara tradisional, Bulan purnama di bulan Januari disebut juga Bulan Purnama Serigala (Full Wolf Moon) karena di belahan utara Bumi, serigala melonglong kelaparan di tengah rendahnya suhu selama musim dingin. Bulan purnama dapat disaksikan sejak malam sebelumnya (28 Januari) sekitar pukul 18.00 waktu setempat dari arah timur-timur laut, kemudian berkulminasi sekitar tengah malam (29 Januari) di arah utara dan terbenam sekitar pukul 06.00 waktu setempat di arah barat-barat laut.

Gambar 15. Fase Bulan Purnama pada 29 Januari. Sumber: Live Star Chart.

 

29 Januari – Konjungsi [Solar] Jupiter

Konjungsi [solar] Jupiter merupakan konfigurasi ketika Jupiter, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Jupiter terletak sejajar dengan Matahari. Puncak konjungsi Jupiter terjadi pada 29 Januari pukul 08.50 WIB / 09.50 WITA / 10.50 WIT. Jupiter berjarak 6,071 au atau 1,64 milyar kilometer dari Matahari dan bermagnitudo −2,0. Konsekuensi dari fenomena ini adalah Jupiter tidak akan tampak lagi di langit malam karena sejajar dengan Matahari. Sudut pisah Saturnus-Matahari hanya sebesar 0,5°. Konjungsi Jupiter terjadi setiap tahunnya. Jika Jupiter dapat diamati, maka akan tampak lebih redup dan berukuran sangat kecil. Hal ini disebabkan karena jarak Jupiter terhadap Bumi akan lebih jauh ketika Jupiter mengalami konjungsi dengan Matahari.

Gambar 16. Konjungsi Jupiter pada 29 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

29 Januari – Perihelion Merkurius

Perihelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terdekat dari Matahari. Hal ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut. Perihelion Merkurius terjadi setiap rata-rata 88 hari sekali atau dalam setahun terjadi empat kali. Perihelion Merkurius di bulan Januari 2021 terjadi pada 29 Januari 2021 pukul 09.08 WIB / 10.08 WITA / 11.08 WIT dengan jarak 45,9 juta kilometer dari Matahari. Perihelion Merkurius berikutnya akan terjadi pada 27 April, 24 Juli dan 20 Oktober 2021.

Ketika perihelion, Merkurius akan menerima energi dua kali lebih besar dibandingkan dengan ketika berada di aphelion. Lebar sudut Merkurius jika diamati dari Bumi ketika perihelion 26,6% lebih besar dibandingkan ketika aphelion, meskipun perbedaannya tidak begitu signifikan ketika diamati melalui teleskop karena lebar sudut Merkurius bervariasi antara 0,106-0,134 menit busur. Merkurius baru dapat diamati di arah barat-barat daya dekat konstelasi Capricornus selama 35 menit sejak awal senja bahari hingga terbenam.

Gambar 17. Perihelion Merkurius pada 29 Januari. Sumber: Live Star Chart

 

30-31 Januari – Retrograd Merkurius

Retrograd adalah gerak semu planet yang tampak berlawanan arah (dari Timur ke Barat) dibandingkan dengan gerak normalnya (dari Barat ke Timur) jika diamati dari Bumi. Retrograd merkurius dimulai pada 30 Januari pukul 23.16 WIB atau 31 Januari pukul 00.16 WITA / 01.16 WIT, puncaknya adalah ketika konjugsi inferior di tanggal 8 Februari dan berakhir pada 21 Februari pukul 07.59 WIB / 08.59 WITA / 09.59 WITA. Sehingga, retrograd Merkurius kali ini berdurasi selama 21 hari. Retrograde Merkurius kali ini terletak di konstelasi Capricornus. Dalam satu tahun, dapat terjadi tiga kali retrograd Merkurius. Retrograd Merkurius berikutnya di tahun 2021 ini terjadi pada 30 Mei (24 hari) dan 27 September (21 hari).                         

                                                                                                                                                                                                                                       

                                         Gambar 18. Retrograd Merkurius pada 30 Januari. Sumber: in-the-sky.org                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

Comments