Fenomena Matahari Di Atas Ka’bah, Yuk Luruskan Kiblat Anda!

Oleh Andi Pangerang
20 Mei 2020

Wilayah yang mengalami kulminasi agung. (sumber: in-the-sky.org)

 

Ka’bah merupakan kiblat atau patokan arah hadap bagi umat Islam dalam mengerjakan salat 5 waktu. Ka’bah berada di dalam komplek Masjid Al-Haram, kota Mekkah al-Mukarramah, Arab Saudi. Setiap tahun, ada waktu-waktu tertentu ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah ketika tengah hari yakni: 28 Mei pukul 12.18 Waktu Saudi atau 9.18 Universal Time, dan 16 Juli pukul 12.27 Waktu Saudi atau 9.27 Universal Time (untuk tahun kabisat, 27 Mei dan 15 Juli). Bagi wilayah yang dapat menyaksikan Matahari ketika berada tepat di atas Ka’bah, seluruh bayangan benda yang tegak lurus permukaan Bumi akan menghadap ke arah kiblat. Fenomena inilah yang disebut sebagai Kulminasi Agung (Arab: Istiwa’ al-A’zham, Inggris: Great Culmination) atau disebut juga Rasdul Qiblah Global, karena separo wilayah Bumi dapat memanfaatkan momen ini untuk meluruskan arah kiblat. Rasdul Qiblah secara harfiah bermakna “meluruskan kiblat”. Selain Rasdul Qiblah Global, ada juga Rasdul Qiblah Harian atau Lokal yang mana Matahari terletak pada jalur yang menghubungkan Ka’bah dengan tempat tersebut sehingga waktu terjadinya bisa berubah-ubah setiap hari.

Tahun ini, Kulminasi Agung Ka’bah terjadi pada hari Rabu, 27 Mei 2020 pukul 16.18 Waktu Indonesia Batat bertepatan dengan 4 Syawwal 1441 Hijriah. Sedangkan Kulminasi Agung Ka’bah kedua terjadi pada hari Rabu, 15 Juli 2020 pukul 16.27 Waktu Indonesia Barat bertepatan dengan 24 Zulqa’dah 1441 Hijriah.

Mengapa Matahari mengalami dua kali kulminasi di atas Ka’bah? Hal ini dikarenakan sumbu rotasi Bumi yang miring 66,6? terhadap orbit Bumi, sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara 23,4? Lintang Utara pada 21 Juni hingga 23,4? Lintang Selatan pada 21 Desember. Secara geografis, Ka’bah terletak di 21,42? Lintang Utara dan 39,83? Bujur Timur sehingga ada waktu ketika Matahari terletak di atas Ka’bah ketika tengah hari.

Rashdul Qiblat. Source : Andi P.

Menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung ini terbilang amat mudah dan pastinya murah. Dan perlu diketahui pula bahwasanya hasilnya pun juga akurat, bahkan lebih akurat dibanding jika kita memakai alat bantu seperti halnya kompas dikarenakan kompas dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan sehingga dapat memengaruhi keakuratan pengukuran.

Berikut ini langkah-langkah dalam menentukan arah kiblat menggunakan Kuminasi Agung:
1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, cari lokasi yang rata dan tentunya terkena cahaya matahari.
2. Sediakan tongkat lurus atau jika tidak ada, gunakan benang berbandul.
3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan. (dapat merujuk ke http://jam.bmkg.go.id atau http://time.is)
4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus (90? dari permukaan tanah), atau gantungkan benang berbandul tadi.
5. Tunggulah hingga waktu Kulminasi Agung tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut. Tandai ujung bayangan, kemudian tariklah garis lurus dengan pusat bayangan (tongkat/bandul). Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak dapat memanfaatkan fenomena ini untuk meluruskan arah kiblat diantaranya: Sebagian Propinsi Maluku mulai dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar), Kabupaten Maluku Tenggara (kini Kabupaten Kepulauan Kei), Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar) dan Kabupaten Kepulauan Aru, ditambah dengan Propinsi Papua Barat serta Propinsi Papua. Kesembilan wilayah ini dapat meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Ka’bah (disebut juga sebagai Antipoda Ka’bah) yakni pada 29 November pukul 0.09 Waktu Saudi atau 6.09 Waktu Indonesia Timur, serta 14 Januari pukul 0.30 Waktu Saudi atau 6.30 Waktu Indonesia Timur.

Secara umum, langkah dalam menentukan arah Kiblat dengan Antipoda Ka’bah sama dengan ketika menggunakan Kulminasi Agung. Akan tetapi terdapat perbedaan dengan Kulminasi Agung yakni penentuan arah kiblat pada bayangan; jika Kulminasi Agung arah kiblat adalah dari ujung ke pusat bayangan, sebaliknya jika Matahari berada di Antipoda Ka’bah arah kiblat adalah dari pusat ke ujung bayangan. Selamat Meluruskan Kiblat!

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Comments


  • 10 June 2020 | 18:28 test

    test

    • 10 June 2020 | 18:29 Admin Edusainsa

      test reply

  • 11 June 2020 | 12:07 yoga

    fassa

    • 11 June 2020 | 12:11 Admin Edusainsa

      reply ah

    • 26 June 2020 | 13:21 Admin Edusainsa

      terimakasih