Mengenal Fajar/Senja Kazib (False Dawn/Dusk) atau Cahaya Zodiak (Zodiacal Light)

Oleh Andi Pangerang
26 April 2021

Halo, Sahabat Edusainsa semua! Tidak terasa kita sudah memasuki pertengahan Ramadan, dan itu artinya, sebentar lagi akan menyongsong Hari Raya Idul Fitri. Semoga Sahabat yang beragama muslim dapat menuntaskan puasa Ramadan-nya sampai akhir.

Kali ini, kita akan membahas tentang fajar kazib dan senja kazib. Fenomena apakah ini? Fajar kazib (false dawn) adalah cahaya yang memanjang tegak lurus ufuk/horizon dan terjadi sebelum fajar sadik maupun fajar astronomis berlangsung. Sedangkan senja kazib (false dusk) adalah cahaya yang memanjang tegak lurus ufuk/horizon dan terjadi setelah senja sadik (syafak, mega/rembang/teja merah) atau senja astronomis berlangsung. Kedua fenomena ini disebut juga sebagai “Cahaya Zodiak” (Zodiacal Light) yang secara umum merupakan cahaya yang memanjang tegak lurus ufuk ufuk/horizon yang dapat terjadi sebelum fajar sadik maupun setelah senja sadik. Penamaan ini berdasarkan letak sumber cahaya yang berada di lintasan edar Bumi mengelilingi Matahari yang kita sebut sebagai ekliptika. Ekliptika di dalam bola langit merupakan tempat bagi keduabelas konstelasi ekliptik (yang dalam astrologi dikenal sebagai dua belas zodiak) yang selalu ada sepanjang tahunnya.


Gambar 1. Cahaya Zodiak (kiri) bersama dengan Galaksi Bimasakti (kanan). Kredit: Caroline Haldeman untuk EarthSky

Darimanakah Cahaya Zodiak berasal?

Gambar 2. Letak Awan Debu Ekliptik/Zodiak. Sumber: Sky and Telescope

Pada mulanya, cahaya zodiak diduga berasal dari fenomena di atmosfer Bumi bagian atas. Selanjutnya, diketahui bahwa cahaya zodiak berasal dari sisa debu tabrakan komet, asteroid maupun benda ekstraterestrial lainnya yang terhampar di sepanjang orbit Merkurius hingga Mars. Sisa debu ini turut mengelilingi Matahari bersama keempat planet tersebut. Sisa debu inilah yang ketika tersinari oleh Matahari, akan tampak oleh belahan Bumi yang mengalami fajar maupun senja sebagai cahaya zodiak. Sisa debu ini diduga terbentuk dari proses pembentukan Bumi dan planet-planet di Tata Surya sekitar 4,5 milyar tahun silam. Ukuran debu bervariasi mulai orde milimeter hingga mikrometer (sepersejuta meter). Sisa debu ini berkumpul di sekitar Matahari, menyebar ke arah orbit Mars dan semakin ke luar, semakin berkurang kepadatannya. Sisa debu ini juga lah yang juga menciptakan fenomena yang serupa dengan cahaya zodiak akan tetapi lebih redup dan hanya bisa disaksikan ketika tengah malam menggunakan alat bantu. Fenomena ini disebut juga Gegenschein. Kedua fenomena tersebut menandai jalur yang sama dilalui Matahari ketika siang hari karena terletak di bidang yang berimpit dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Dimana dan Kapan waktu yang tepat untuk mengamati Cahaya Zodiak?

Cahaya Zodiak dapat diamati bagi Sahabat yang berada di lintang subtropis (23,5oLU hingga 23,5oLS), lintang sedang (40oLU hingga 40oLS) maupun di dekat katulistiwa dan lintang rendah. Waktu pengamatan akan berbeda bergantung  lokasi Sahabat apakah berada di belahan Utara atau belahan Selatan. Bagi Sahabat yang berada di belahan Utara, Cahaya Zodiak dapat disaksikan ketika pagi hari sebelum fajar sadik antara bulan Februari hingga April. Ketampakan terbaik pagi hari ketika Ekuinoks Maret. Sedangkan untuk ketampakan petang hari, Cahaya Zodiak dapat disaksikan setelah senja sadik atau syafak antara bulan Agustus hingga November. Ketampakan terbaik petang hari ketika Ekuinoks September. Bagi Sahabat yagn berada di belahan Selatan akan berlaku sebaliknya dibandingkan dengan belahan Utara. Cahaya Zodiak dapat disaksikan ketika petang hari setelah senja sadik atau syafak antara bulan Februari hingga April. Ketampakan terbaik petang hari ketika Ekuinoks Maret. Sedangkan untuk ketampakan pagi hari, Cahaya Zodiak dapat disaksikan sebelum fajar sadik antara bulan Agustus hingga November. Ketampakan terbaik pagi hari ketika Ekuinoks September.

Bagaimana Cara Melihat dan Mengabadikan Cahaya Zodiak?

Agar Sahabat dapat melihat Cahaya Zodiak, Sahabat dapat mencari lokasi pengamatan yang langit malamnya cukup gelap, bebas dari polusi cahaya. Amati di antara arah Barat-Barat Daya hingga Barat-Barat Laut untuk pengamatan petang hari (senja), atau di antara arah Timur-Tenggara hingga Timur-Timur Laut untuk pengamatan pagi hari (fajar). Akan terlihat kerucut cahaya yang menjulang hingga ketinggian 45 derajat atau lebih di arah tersebut. Arah ini juga ditentukan oleh tanggal pengamatan; jika terjadi sebelum Ekuinoks Maret dan setelah Ekuinoks September, maka Matahari akan berada di langit Selatan sehingga Cahaya Zodiak berada di arah Timur-Tenggara (untuk pengamatan pagi hari/fajar) atau Barat-Barat Daya (untuk pengamatan petang hari/senja). Sebaliknya jika terjadi setelah Ekuinoks Maret dan sebelum Ekuinoks September, maka Matahari akan berada di langit Utara sehingga Cahaya Zodiak berada di arah Timur-Timur Laut (untuk pengamatan pagi hari/fajar) atau di arah Barat-Barat Laut (untuk pengamatan petang hari/senja). Ketika waktu pengamatan di sekitar dua Ekuinoks, cahaya zodiak muncul dari arah yang sama (jika pengamatan pagi hari/fajar berpangkal dari Timur, jika pengamatan petang hari/senja berpangkal dari Barat) dan akan mengarah sesuai dengan lokasi pengamatan; jika berada di belahan Utara, maka akan mengarah ke Timur-Timur Laut (untuk pengamatan pagi hari/fajar) atau Barat-Barat Laut (untuk pengamatan petang hari/senja) sedangkan jika berada di belahan Selatan, maka akan mengarah ke Timur-Tenggara (untuk pengamatan pagi hari/fajar) atau Barat-Barat Daya (untuk pengamatan petang hari/senja). Untuk lebih ringkasnya, dapat dilihat di tabel berikut:

Tabel 1. Pedoman Arah Mengamati Cahaya Zodiak

Waktu Pengamatan Belahan Utara Belahan Selatan
Ketampakan
Pagi Hari / Fajar
Ketampakan
Petang Hari / Senja
Ketampakan
Pagi Hari / Fajar
Ketampakan
Petang Hari / Senja
Sebelum
Ekuinoks Maret
Timur-Tenggara

KURANG

OPTIMAL

KURANG

OPTIMAL

Barat-Barat Daya
Ketika
Ekuinoks Maret
Timur ke
Timur-Timur Laut
Barat ke
Barat-Barat Daya
Setelah
Ekuinoks Maret
Timur-Timur Laut Barat-Barat Laut
Sebelum
Ekuinoks September

KURANG

OPTIMAL

Barat-Barat Laut Timur-Timur Laut

KURANG

OPTIMAL

Ketika
Ekuinoks September
Barat ke
Barat-Barat Laut
Timur ke
Timur-Tenggara
Setelah
Ekuinoks September
Barat-Barat Daya Timur-Tenggara

 

Agar Sahabat dapat mengabadikan Cahaya Zodiak, Sahabat dapat menyiapkan kamera DSLR (digital single-lens reflex), lensa lebar (wide-angle lens) dengan panjang fokus 14-24 mm dan tripod (penyangga kaki tiga). Pasanglah lensa lebar di depan kamera dan tempatkan kamera di atas tripod. Gunakan fokus tak hingga (infinity focus), bukaan (aperture) F/2.8 dan laju rana (film/shutter speed) ISO 1600. Atur eksposur selama 30 detik dan mulailah memotret! Jika menggunakan ISO 3200, atur eksposur selama 15 detik dan bukaan F/3.5. Untuk lebih lengkapnya, dapat melihat tabel berikut:

Tabel 2. Pedoman Pengaturan Kamera

Bukaan
(Aperture)
Laju Rana
(film speed)
Eksposur
F/2.8 ISO 1600 30 detik
F/3.5 ISO 3200 15 detik

Selamat berburu cahaya zodiak!  

Comments