Mengenal Kalender Ibrani

Oleh Andi Pangerang
07 September 2021

Halo, Sobat Antariksa semua! Pernahkah Sobat mendengar tentang kalender Ibrani? Secara umum, kalender Ibrani (Bahasa Ibrani: Ha-Luah Ha-Ivri) atau kalender Yahudi, adalah kalender yang digunakan oleh bangsa Yahudi untuk memeringati hari besar keagamaan mereka. Kalender ini juga menjadi kalender resmi Negara Israel. Kalender Ibrani berbasis lunisolar, yakni menggabungkan penanggalan kamariah (lunar/candrakala) dan syamsiah (solar/suryakala). Hal ini dimaksudkan agar pergantian tahun akan selalu jatuh pada musim yang sama, yakni musim gugur di belahan Bumi utara (September-Oktober).

Kalender Ibrani saat ini merupakan hasil dari proses pengembangan kalender paling awal yang pernah ada, termasuk juga pengaruh dari bangsa Babilonia. Hingga era Tannaim (tahun 10-220 Masehi), kalender Ibrani disusun berdasarkan pengamatan bulan sabit muda (Ibrani: Molad, jamak: Moladot; Arab: Hilal, jamak: Ahillah) setelah fase konjungsi solar atau Bulan Baru. Penyisipan bulan kabisat setiap dua atau tiga tahun dilakukan untuk mengoreksi selisih antara tahun kamariah (12 lunasi (periode sinodis Bulan dari Bulan Baru ke Bulan Baru berikutnya) = 354,367 hari) dan tahun syamsiah (365,242 hari) sebesar 10,875 hari (hampir 11 hari).

Aturan penyisipan bulan kabisat dilakukan berdasarkan pengamatan fenomena yang berkaitan dengan pertanian Israel kuna. Selisih 10,875 hari ini terakumulasi menjadi 1 lunasi (29,531 hari) setelah 2,71 tahun atau dalam 19 tahun terakumulasi menjadi 7 lunasi. Berarti, dalam siklus 19 tahun syamsiah, penyisipan dilakukan sebanyak tujuh kali yakni pada tahun ke-3, 6, 8, 11, 14, 17, dan 19. Siklus 19 tahun syamsiah ini disebut juga siklus Meton (Metonic Cycle). Siklus ini juga dipakai oleh kalangan Gereja untuk menentukan jatuhnya Hari Raya Paskah. Selain itu, siklus Meton juga dipakai oleh bangsa Eropa Utara (Skandinavia/Nordik) untuk menyusun kalender Rune, di mana sistem perhitungannya disebut sebagai Computus Runicus.

Sejak era Amoraim (tahun 200-500 Masehi), kalender Ibrani mengalami pergantian sistem penyusunan kalender yang semula berbasis pengamatan menjadi berbasis perhitungan. Pergantian ini selesai setelah memasuki era Gaonim pada tahun 589 Masehi. Aturan baku perhitungan kalender Ibrani sepenuhnya dibukukan oleh rabi Moses ben Maimon atau Rambam (yang dikenal juga sebagai Maimonides) ke dalam kitab berjudul Mishneh Torah (“Kitab Ulangan”, bukan Kitab Ulangan (Eleh Ha-Devarim) di dalam Perjanjian Lama) yang dikenal juga sebagai Sefer Yad Ha-Hazaka (Kitab “Si Tangan Besi”) pada tahun 1170-1180 Masehi sewaktu beliau masih menetap di Mesir.

Epokh atau tahun pertama kalender Ibrani dimulai pada tahun 3761 SM yang dianggap sebagai Tahun Penciptaan Adam. Perhitungan ini berdasar penelusuran di dalam Naskah Masoret (Masoretic Text) yang kemudian dihitung oleh rabi Jose ben Halafta dan dicatat ke dalam kitab Seder Olam Rabbah (“Tatanan Agung Jagad Raya”) pada tahun 160 Masehi. Salah satu ilmuan Muslim, Al-Biruni mengonfirmasi perhitungan ini bahwa Adam diciptakan 3448 tahun sebelum Era Seleukos (tahun 312 SM).

Menurut perhitungan para rabi, awal tahun 1 Ibrani bukanlah penciptaan Adam melainkan tahun sebelum penciptaan Adam, yang mana bulan pertamanya (Tishrei) disebut sebagai molad tohu (Bulan Baru yang “kosong”). Sedangkan, penciptaan Adam menurut kitab Seder Olam Rabbah dimulai pada hari Senin, 25 Elul tahun 1 Ibrani atau 22 September 3760 SM, 11 bulan setelah epokh kalender Ibrani yang jatuh pada hari Senin, 1 Tishrei tahun 1 Ibrani atau 7 Oktober 3761 SM.

Sistem Kalender Ibrani

Sebagaimana kalender pada umumnya, kalender Ibrani memiliki tahun, bulan, hari dan jam. Satu jam dibagi secara proporsional menjadi 1/12 panjang siang (dari terbit ke terbenam Matahari) untuk siang hari dan 1/12 panjang malam untuk malam hari (dari terbenam ke terbit Matahari). Jam proporsional ini disebut sebagai sha'ah z'manit. Pergantian hari dalam kalender Ibrani dimulai sejak terbenam Matahari. Oleh karenanya, baik terbenam maupun terbit Matahari merupakan pukul 12 di dalam kalender Ibrani. Berbeda dengan kalender Masehi yang pergantian harinya berlangsung pada tengah malam, sehingga saat terbit maupun terbenamnya Matahari berlangsung pada pukul enam. Satu jam dibagi ke dalam 1080 halakim (tunggal: helek) atau bagian yang berdurasi 3,33 detik.

Dalam satu pekan (Ibrani: Shevua, jamak: Shavout), terdapat tujuh hari sebagaimana dalam kalender Masehi dan Hijriah.

Tabel 1. Nama-Nama Hari dalam Kalender Ibrani dan Padanannya

Ibrani

Indonesia

Arab

Arti

Yom Rishon

Minggu/Ahad

Yaum Al-Ahad

Hari Pertama

Yom Sheni

Senin

Yaum Al-Itsnain

Hari Kedua

Yom Shlishi

Selasa

Yaum Al-Tsalatsah

Hari Ketiga

Yom Revi’i

Rabu

Yaum Al-Ar’baah

Hari Keempat

Yom Khamishi

Kamis

Yaum Al-Khamis

Hari Kelima

Yom Shishi

Jumat

Yaum Al-Jumu’ah

Hari Keenam

Yom Shabbat

Sabtu/Sabat

Yaum Al-Sabt

Hari Beristirahat

 

Nama-nama tujuh hari ini merujuk pada enam masa penciptaan alam semesta di dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama, sedangkan hari ketujuh adalah masa di mana Tuhan “beristirahat” setelah penciptaan alam semesta selesai. Hari Shabbat/Sabtu adalah hari suci dalam umat Yahudi, sebagaimana Jumat untuk umat Islam dan Minggu untuk umat Kristiani.

Dalam satu tahun basit, terdapat 12 bulan dengan nama-nama sebagai berikut:

Tabel 2. Nama-Nama Bulan dalam Kalender Ibrani dan Padanannya

Nomor Bulan

Nama Bulan

Umur
Bulan

Masehi

Musim
(Belahan Utara)

Yahudi
Gerejawi

Sipil

1

7

Nisan

30

Maret-April

Awal Semi

2

8

Iyar

29

April-Mei

Puncak Semi

3

9

Sivan

30

Mei-Juni

Akhir Semi

4

10

Tammuz

29

Juni-Juli

Awal Panas

5

11

Av

30

Juli-Agustus

Puncak Panas

6

12

Elul

29

Agustus-September

Akhir Panas

7

1

Tishrei

30

September-Oktober

Awal Gugur

8

2

Heshvan

29/30

Oktober-November

Puncak Gugur

9

3

Kislev

30/29

November-Desember

Akhir Gugur

10

4

Tevet

29

Desember-Januari

Awal Dingin

11

5

Shevat

30

Januari-Februari

Puncak Dingin

12

6

Adar

29

Februari-Maret

Akhir Dingin

 

Nama-nama bulan dalam kalender Ibrani sepenuhnya mengadopsi kalender Babilonia, yang beberapa di antaranya diambil dari nama-nama dewa bangsa Akkadia/’Ad: Erra/Addaru, Sin/Simanu, Dumuzu/Tammuz, Abu/Gilgamesh dan Ululu/Inanna/Ishtar. Di dalam Perjanjian Lama, bulan Nisan disebut juga Abib/Aviv yang bermakna Musim Semi. Iyar disebut Ziv yang bermakna “Terang” (merujuk pada panjang siang yang mulai bertambah panjang setelah awal musim semi di belahan Bumi utara). Tishrei disebut Ethanim yang bermakna “[Hujan] Kuat” (merujuk pada hujan kuat/badai di awal musim gugur). Heshvan disebut Bul yang bermakna “Penuh Hujan” (merujuk pada hujan yang terjadi di sepanjang bulan tersebut).

Umur tahun basit adalah 353, 354 atau 355 hari bergantung dari umur bulan Heshvan dan Kislev. Jika umur bulan Heshvan dan Kislev sama-sama 29 hari, maka umur tahun basit sebesar 353 hari. Jika umur bulan Heshvan dan Kislev sama-sama 30 hari, maka umur tahun basit sebesar 355 hari.  Untuk tahun kabisat, dalam satu tahun terdapat 13 bulan yang mana bulan kabisat disisipkan setelah Adar. Bulan ini dinamakan Veadar atau Adar Sheni (Adar Kedua). Bulan Veadar berumur 30 hari. Sehingga, umur tahun kabisat adalah 353, 354 atau 355 hari bergantung dari umur bulan Heshvan dan Kislev. Jika umur bulan Heshvan dan Kislev sama-sama 29 hari, maka umur tahun kabisat sebesar 383 hari. Jika umur bulan Heshvan dan Kislev sama-sama 30 hari, maka umur tahun kabisat sebesar 385 hari.

Meskipun dalam penomoran bulan Ibrani terdapat dua sistem yang berbeda, pergantian tahun tetap dimulai pada bulan Tishrei, bulan pertama kalender sipil Ibrani. Nomor tahun Ibrani dihitung dengan menambahkan 3761 pada nomor tahun Masehi jika hari yang dikonversi terjadi saat ataupun setelah Rosh Ha-Shanah (Awal Tahun/Tahun Baru Ibrani, jatuh pada 1 Tishrei). Misalkan saat ini tahun 2021 dan sudah masuk Rosh Ha-Shanah, maka nomor tahun Ibraninya adalah 2021 + 3761 = 5782. Penomoran tahun Ibrani juga dapat menggunakan abjad Ibrani yang diberi nilai angka, disebut sebagai Gematria.

Tabel 3. Gematria Ibrani dan Arab

Abjad

Nilai

Abjad

Nilai

Abjad

Nilai

Ibrani

Arab

Ibrani

Arab

Ibrani

Arab

Alef

Alif

1

Yod

Ya’

10

Qof

Qaf

100

Bet

Ba’

2

Kaf

Kaf

20

Resh

Ra’

200

Gimel

Jim

3

Lamed

Lam

30

Shin

Syin

300

Dalet

Dal

4

Mem

Mim

40

Tav

Ta’

400

Het

Ha’

5

Nun

Nun

50

 

Vav

Wawu

6

Tzadi

Shod

60

Zayin

Za’

7

Ayin

‘Ain

70

Khet

Kha’

8

Peh

Fa’

80

Thet

Tha’

9

Samekh

Sin

90

 

Sebagai contoh kita ambil tahun Ibrani 5782. Di sini diambil dua digit terakhir (puluhan dan satuan) yakni 82. 82 = 80 + 2. 80 adalah abjad Peh dan 2 adalah abjad Bet. Sehingga tahun Ibrani 5782 disebut juga tahun “Peh Bet”.

Untuk menentukan apakah tahun Ibrani yang sedang berjalan adalah tahun kabisat atau bukan, kita dapat menggunakan rumus berikut = [(7 × n) + 1] mod 19 , dimana mod = fungsi modulus atau sisa pembagian; dan n adalah nomor tahun Ibrani. Jika modulusnya kurang dari tujuh, maka tahun tersebut adalah tahun kabisat. Selebihnya, adalah tahun basit. Sebagai contoh, tahun Ibrani 5782 dan 5783. [(7 × 5782) + 1] mod 19 = 5. Sehingga, tahun Ibrani 5782 adalah tahun kabsiat karena modulusnya kurang dari tujuh. [(7 × 5783) + 1] mod 19 = 12. Sehingga, tahun Ibrani 5782 adalah tahun basit karena modulusnya lebih besar dari tujuh.

Untuk menghitung kapan terjadinya Rosh Ha-Shanah atau awal tahun Ibrani, kita dapat menghitung molad atau ijtimak (konjungsi solar) Bulan di bulan Tishrei tahun yang akan dihitung. Acuannya adalah Molad Tohu atau Bulan Baru pertama sebelum epoh kalender Ibrani, yakni Minggu malam Senin, 6 Oktober 3761 SM pukul 20.50.23 UT atau pukul 5 lebih 204 bagian (pukul 23.11.20 waktu Yerusalem). Satu lunasi ditetapkan sebesar = 29 hari 12 jam 793 bagian.

Setelah mengetahui kapan Molad Tishrei untuk tahun yang akan dihitung, berlaku aturan penundaan atau dehiyyot:

  1. Jika molad terjadi ketika atau setelah tengah hari, maka Rosh Ha-Shanah diundur pada petang hari keesokan harinya. Penundaan ini disebut juga dehiyyat molad zaken (“Bulan Baru terlambat”, mirip dengan konsep istikmal (penggenapan 30 hari) untuk awal bulan kamariah kalender Hijriah).
  2. Jika molad jatuh pada hari Minggu, Rabu dan Jumat sebelum tengah hari, maka Rosh Ha-Shanah diundur pada petang hari keesokan harinya. Penundaan ini disebut juga dehiyyat lo 1-4-6 / A-D-W / ADU (“menghindari hari pertama/Minggu, keempat/Rabu dan keenam/Jumat) Jika molad jatuh pada hari Minggu, Rabu dan Jumat setelah tengah harim maka Rosh Ha-Shanah diundur dua hari setelah molad.

Dehiyyat Molad Zaken tercantum dalam Talmud yang kemudian diteruskan hingga saat ini. Hal ini dimaksudkan agar menghindari jatuhnya molad pada hari kedua di bulan tersebut. Dehiyyat lo ADU diterapkan agar menghindari Yom Kippur (Hari Penebusan/Pertobatan) jatuh di hari Jumat atau Minggu dan juga menghindari Hoshana Rabbah (Permohonan Agung, setiap  tanggal 21 Tishrei, hari ketujuh Hari Raya Pondok Daun/Sukkot) jatuh di hari Sabtu.  

Dengan aturan seperti ini, Rosh Ha-Shanah akan selalu jatuh di empat hari berikut: Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Jika tahun Ibrani berumur 353 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Senin atau Sabtu. Jika tahun Ibrani berumur 354 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Selasa atau Kamis. Jika tahun Ibrani berumur 355 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Senin, Kamis atau Sabtu. Jika tahun Ibrani berumur 383 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Senin, Kamis atau Sabtu. Jika tahun Ibrani berumur 384 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Selasa saja. Jika tahun Ibrani berumur 385 hari, maka Rosh Ha-Shanah akan jatuh pada hari Senin, Kamis atau Sabtu.

Dari hasil statistik, 39% Rosh Ha-Shanah tidak mengalami penundaan, 47% Rosh Ha-Shanah ditunda sehari dan 14% Rosh Ha-Shanah ditunda dua hari. 25% tahun Ibrani berumur 353 atau 383 hari, 30% tahun Ibrani berumur 354 atau 384 hari dan 45% tahun Ibrani berumur 355 atau 385 hari. 28% Rosh Ha-Shanah jatuh di hari Senin, 11% Rosh Ha-Shanah jatuh di hari Selasa, 32% Rosh Ha-Shanah jatuh di hari Kamis dan 29% Rosh Ha-Shanah jatuh di hari Sabtu.

Rosh Ha-Shanah 5782 Ibrani jatuh pada hari Selasa, 7 September 2021. Tahun ini berumur 384 hari, yang mana Hari Raya Paskah Yahudi jatuh di hari Sabtu. Tahun ini adalah tahun keenam siklus Meton ke-305 menurut Machzor Katan, atau tahun keempatbelas siklus 28-tahun ke-207 menurut Machzor Gadol, atau tahun ketujuh dalam siklus Shmita sehingga tahun ini disebut juga sebagai Tahun Sabat. Hal ini bermakna bahwa di tahun ini, tanah dibiarkan bebas dan tidak ditanami tumbuhan apapun.

Hari Besar Keagamaan dalam Kalender Ibrani

Ada beberapa hari besar keagamaan khususnya bagi Yudaisme yang ditentukan berdasarkan kalender Ibrani, diantaranya:

Rosh Ha-Shanah (Awal Tahun): Hari di mana alam semesta pertama kali diciptakan dan akan terjadi kiamat di tanggal yang sama. Jatuh pada 1 Tishrei. Menandai awal dari Sepuluh Hari Pertobatan (Aseret Y’mey T’shuva).

Yom Kippur (Hari Penebusan/Pertobatan): Hari ketika di masa lampau mengadakan persembahan/kurban yang dilakukan di Bait Allah. Saat ini lebih kepada pengakuan dosa dan melakukan puasa sehari penuh sejak terbenam Matahari hingga keesokan harinya. Jatuh pada 10 Tishrei. Yom Kippur adalah satu-satunya hari besar keagamaan yang tidak diundur meskipun jatuh di hari Sabtu.

Hari Raya Pondok Daun / Sukkot: Merayakan hasil panen selama tujuh hari sejak Bulan Purnama musim gugur dengan membangun pondok daun untuk menyambut tujuh arwah agung: Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Harun, Yusuf dan Daud yang dipercaya akan mendatangi pondok yang telah dibuat selama festival berlangsung. Jatuh pada 15 Tishrei.

Hanukah atau Hari Raya Penahbisan Bait Allah atau Festival Kenisah: Memperingati dibangunnya Bait Allah kedua oleh Yudas Makabe (putra ketiga imam Yahudi Matatias) setelah penghancuran Bait Allah pertama oleh Seleukos. Festival ini dirayakan selama delapan hari dengan menyalakan lilin bercabang delapan yang disebut Menorah. Jatuh pada 25 Kislev. Perayaan ini mirip dengan peringatan pada masa Adven bagi umat Kristiani dan karena bersamaan dengan masa Adven bahkan hari raya Natal, maka Hanukah terkadang disebut Natal Yahudi meskipun sebenarnya salah kaprah.

Pesakh (Paskah Yahudi) dan Hag Ha-Massot (Hari Raya Roti Tak Beragi): Hari ketika Tuhan mengirimkan sepuluh tulah/endemi yang membunuh anak-anak sulung di Mesir, dan selama masa tersebut, bangsa Yahudi terpaksa memakan roti tak beragi karena tidak ada waktu untuk mengembangkan roti mereka dalam persiapan mereka meninggalkan Mesir. Pesakh jatuh pada 14 Nisan sedangkan Hag Ha-Massot jatuh pada 15 Nisan dan diperingati selama tujuh hari. Festival ini berkaitan dengan Paskah Kristiani yang mana Yesus melakukan jamuan terakhir bersama 12 murid.

Lag Ba-Omer (Hari Menuai Gandum): Hari di mana gandum mulai ditanam sebelum akhirnya dipanen setelah tujuh pekan. Festival ini berkaitan dengan Hari Raya Buah Sulung yang diperingati umat Kristiani dengan mempersembahkan buah sulung (buah yang baru dipetik pertama kali) kepada Tuhan. Diperingati bersamaan dengan Hag Ha-Massot dan menjadi acuan perhitungan Shavuot

Shavuot (Pekan-Pekan, Hari Raya Pentakosta): Hari dimana gandum mulai dipanen setelah tujuh pekan sejak Lag Ba-Omer. Jatuh pada 6 Sivan dan diperingati selama dua hari. Di saat ini juga, Musa menerima Sepuluh Perintah Tuhan (Dekalog/Taurat). Shavout menjadi penutup masa raya Paskah. Festival ini dirayakan dengan melakukan perjamuan tertulis pada Kitab Talmud serta mengunjungi Yerusalem.

Tisha B’Av (9 Av, Hari Berkabung): Hari di mana Bait Allah dihancurkan untuk pertama kali (tahun 586 SM) dan kedua kalinya (tahun 70 Masehi). Sesuai namanya, festival ini jatuh pada 9 Av. Diperingati dengan melakukan puasa seharian penuh sejak terbenam Matahari hingga keesokan harinya.

Tu B’Shevat (15 Shevat, Tahun Baru Pohon): salah satu dari empat tahun baru yang jatuh pada 15 Shevat. Hari besar ini diperingati dengan menanam pohon, memakan buah dan kacang-kacangan kering.

Rosh Ha-Shanah La-Behema (Tahun Baru Hewan): salah satu dari empat tahun baru yang jatuh pada 1 Elul. Disebut juga Hari Perpuluhan Lembu dan Hari Ulang Tahun Seluruh Hewan, merujuk pada hewan-hewan yang pertama kali tercipta di saat tersebut.

Tahun Baru Liturgi/Biblika: Jatuh pada 1 Nisan. Hari ketika mitzvah yang berisi 613 perintah Tuhan (disebut juga Hukum Sinai atau Hukum Musa) diberikan kepada seluruh bangsa Yahudi untuk dijalankan.

Demikian penjelasan mengenai kalender Ibrani, semoga bermanfaat bagi Sobat Antariksa semua. Salam Antariksa.

Comments