Rotasi Bumi

Oleh Rhorom Priyatikanto
02 Juli 2020

Sudah sejak zaman dahulu manusia menyadari bahwa Bumi mengalami rotasi. Rotasi pada dasarnya adalah gerak perputaran suatu benda pada porosnya seperti halnya roda yang berputar. Ujung dari poros rotasi Bumi dikenal sebagai kutub utara dan kutub selatan. Tegak lurus dengan poros rotasi Bumi, terdapat garis khayal yang dikenal sebagai ekuator atau khatulistiwa.

Bumi memerlukan waktu selama 23 jam 56 menit untuk berotasi penuh 360°. Durasi tersebut dikenal sebagai periode sideris rotasi Bumi. Dengan periode rotasi tersebut, manusia yang ada di dekat ekuator, misalnya di Pontianak, akan bergerak dengan kecepatan hampir 1700 kilometer per jam. Namun, manusia tidak dapat merasakan gerak rotasi Bumi karena kecepatannya yang tidak berubah. Meski demikian, manusia masih dapat melihat dampak dari rotasi Bumi seperti gerak semu harian Matahari dan benda langit lainnya dari timur ke barat yang terus berulang. Dari dampak rotasi Bumi itulah manusia mengenal hitungan waktu, yakni hari. Bagian bumi atau belahan bumi yang menghadap ke arah Matahari akan mengalami kondisi siang hari, sementara sisi sebaliknya tidak mendapatkan sinar matahari dan sedang dalam kondisi malam hari.

Porsi siang dan malam di setiap wilayah di Bumi tidak selalu sama. Di daerah ekuator seperti Indonesia, siang dan malam hari berlangsung selama sekitar 12 jam. Di tempat lain seperti Jepang, lamanya siang dan malam bergantung pada musim yang sedang terjadi. Pada saat musim dingin, siang hari lebih singkat dari malam hari.

Satu hari yang kita kenal merupakan waktu rata-rata yang diperlukan Matahari untuk bergerak semu kembali ke posisi semula, misalnya dari Matahari terbit di timur hingga terbit lagi. Satu hari lamanya 24 jam, lebih lama 4 menit dibandingkan periode sideris rotasi Bumi. Perbedaan ini muncul karena Matahari juga mengalami pergerakan semu tahunan sebagai dampak dari revolusi Bumi.

Rotasi Bumi juga menyebabkan perbedaan waktu di berbagai tempat di permukaan Bumi. Garis bujur digunakan  untuk menentukan waktu di berbagai tempat di permukaan Bumi. Garis bujur 0° yang melewati Kota Greenwich, Inggris digunakan sebagai dasar pembagian waktu Internasional. Daerah sebelah timur garis bujur 0° disebut bujur timur dan daerah di sebelah baratnya disebut bujur barat. Daerah bujur barat dan bujur timur dibatasi oleh garis bujur 180°. Garis ini dikenal sebagai garis batas tanggal Internasional.

Comments