Seminggu Lagi Gerhana Bulan Penumbra, Catat Tanggalnya!

Oleh Andi Pangerang
29 Mei 2020

Peta Penampakan Gerhana Bulan Penumbra. (Sumber: Linspektor 1.14)

Pekan depan, di seluruh Indonesia akan mengalami gerhana Bulan penumbra tepatnya pada tanggal 6 Juni 2020. Gerhana ini akan dimulai pada pukul 00.45.51 Waktu Indonesia Barat, kemudian puncak gerhana terjadi pada pukul 02.24.55 Waktu Indonesia Barat dan berakhir pada pukul 04.04.03 Waktu Indonesia Barat. Sehingga, gerhana ini memiliki durasi selama 3 jam 18 menit 12 detik. Magnitudo penumbra pada gerhana ini adalah sebesar 59,33%.

Gerhana Bulan penumbra kali ini adalah gerhana Bulan penumbra kedua dari empat gerhana di tahun 2020 setelah terjadi pada 11 Januari lalu dengan magnitude penumbra lebih kecil dan durasi yang lebih pendek dibandingkan yang terjadi pada 11 Januari lalu. Sekedar kilas balik, gerhana Bulan penumbra 11 Januari 2020 memiliki durasi selama 4 jam 4 menit 34 detik dengan magnitudo penumbra sebesar 92,10%. Gerhana Bulan ketiga dan keempat akan terjadi pada 5 Juli dan 30 November 2020 yang mana pada 5 Juli tidak akan teramati di Indonesia melainkan Amerika Serikat (minus Alaska), sebagian besar Kanada, Meksiko, Kepulauan Karibia, Amerika Selatan, Afrika (kecuali Ethiopia bagian Timur) dan sebagian Eropa bagian Barat. Sedangkan pada 30 November merupakan gerhana Bulan terakhir yang dapat teramati di seluruh Indonesia dengan kenampakan pada sore hari.

Gerhana Bulan merupakan peristiwa dimana Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu garis lurus, ketika Bulan memasuki sebagian maupun seluruh bayangan Bumi. Gerhana Bulan kali ini adalah Gerhana Bulan Penumbra ketika Bulan memasuki bayangan semu (penumbra) Bumi. Secara kasat mata, tidak ada perbedaan yang kentara antara gerhana Bulan penumbra dengan Bulan purnama biasa. Akan tetapi, jika diabadikan dalam bentuk citra foto, maka akan terlihat jelas perbedaan gerhana Bulan penumbra yang mengakibatkan piringan Bulan nampak lebih redup dibandingkan ketika Bulan tidak mengalami gerhana. Bagi yang terbiasa mengamati purnama setiap bulannya, tentu akan merasakan perbedaan kecerahan antara gerhana Bulan penumbra dengan purnama biasa.

Gambar puncak, awal dan akhir gerhana bulan penumbra. (Sumber : Stellarium)

Gerhana Bulan khususnya gerhana Bulan penumbra dapat terjadi karena orbit Bulan mengelilingi Bumi memiliki kemiringan sekitar 5,147 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Perpotongan antara orbit Bulan dan orbit Bumi disebut Simpul (Node) yang kemudian dibagi menjadi 2 yakni: Simpul Menaik (Ascending Node) yakni ketika Bulan bergerak dari selatan menuju utara Ekliptika, dan Simpul Menurun (Descending Node) yakni ketika Bulan bergerak dari utara menuju selatan Ekliptika. Gerhana terjadi ketika Bulan, bayangan inti (umbra) dan bayangan semu (penumbra) Bumi memasuki “zona gerhana” yang terletak 10,9° di sebelah Barat dan Timur kedua simpul tersebut. Akan tetapi, gerhana Bulan total hanya akan terjadi jika pusat bayangan inti Bumi terletak 5,2° di sebelah Barat dan Timur simpul. Sehingga dalam setahun, hanya akan terjadi maksimum 4 kali gerhana.

Gerhana Bulan sebenarnya jarang terjadi jika dibandingkan gerhana Matahari meskipun ada anggapan masyarakat bahwa gerhana Bulan lebih sering terjadi dibandingkan gerhana Matahari. Hal ini karena gerhana Bulan dapat dilihat hampir ? permukaan Bumi yang mengalami malam hari, sedangkan gerhana Matahari terjadi hanya di sebagian permukaan Bumi yang mengalami siang hari, bahkan gerhana Matahari total maupun cincin hanya diamati oleh permukaan Bumi yang dilalui jalur gerhana dengan lebar bervariasi hingga ratusan kilometer. Dalam satu tahun, bisa terjadi hingga 8 kali gerhana dengan komposisi 5 kali gerhana Matahari dan 3 gerhana Bulan. Fenomena ini patut dinanti dan jangan sampai terlewat. Selamat berburu gerhana Bulan penumbra!

Comments