Tinjauan Penentuan Idul Fitri 1442 Hijriah secara Astronomis

Oleh Andi Pangerang
08 Mei 2021

Halo, Sahabat Edusainsa semua! Sebentar lagi, Ramadan akan berakhir dan kita akan menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Bagaimana penentuan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah secara astronomis? Berikut ulasannya:

Beberapa hari mendatang, sidang isbat akan diselenggarakan untuk menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Sebelum sidang isbat diselenggarakan, kegiatan rukyat hilal (mengamati hilal, bulan sabit muda) terlebih dahulu dilakukan untuk memastikan apakah hilal dapat teramati atau tidak. Kegiatan rukyat hilal ini dilakukan setiap tanggal 29 pada bulan Sya’ban, Ramadan dan Zulqa’dah untuk menentukan masing-masing awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah. Rukyat hilal penentuan awal Syawal 1442 Hijriah dilakukan pada 29 Ramadan 1442 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa, 11 Mei 2021.


Gambar 1. Peta Visibilitas Hilal Awal Bulan Syawal 1442 Hijriah untuk Pengamatan 11 Mei 2020. (Sumber: Dokumentasi Pribadi).

Ijtimak (Konjungsi) atau fase Bulan Baru awal Syawal 1442 H jatuh pada Selasa, 11 Mei 2021 pukul 18.59.48 Universal Time (UT) atau Rabu, 12 Mei 2021 pukul 01.59.48 WIB / 02.59.48 WITA / 03.59.48 WIT. Artinya, untuk wilayah Eropa (kecuali Skandinavia, Britania Raya dan Eropa bagian Barat), Australia, Asia dan Afrika (kecuali Afrika bagian Barat) mengalami konjungsi setelah Matahari terbenam pada 11 Mei 2021. Sedangkan Amerika Utara, Amerika Selatan, Skandinavia, Britania Raya, Eropa bagian Barat dan Afrika bagian Barat akan mengalami konjungsi sebelum Matahari terbenam. Bahkan, konjungsi awal Syawal 1442 Hijriah terjadi setelah fajar Selandia Baru yang terjadi pada pukul 04.40 UT+12 atau 11 Mei pukul 17.40 UT.

Gambar di bawah adalah peta ketinggian Bulan awal bulan Syawal 1442 Hijriah untuk pengamatan pada hari Selasa, 11 Mei 2021 ketika Matahari terbenam:


Gambar 2. Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H di Indonesia untuk Pengamatan 11 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, ketinggian Bulan masih negatif atau di bawah ufuk ketika Matahari terbenam. Ketinggian Bulan untuk wilayah Indonesia pada 11 Mei 2021 sebesar -5° hingga -3,2° sehingga mustahil untuk dapat dilihat.


Gambar 3. Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H secara global untuk Pengamatan 11 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Ketinggian Bulan untuk wilayah Arab Saudi pun juga bernilai negatif yakni sebesar -3°. Wilayah paling timur yang dekat dengan garis batas tanggal internasional seperti Selandia Baru juga memiliki ketinggian Bulan di bawah ufuk yakni -1,5° hingga -3,5°; sementara di Australia, ketinggian hilal berkisar antara -2° hingga -5°. Ketinggian Bulan bernilai positif ketika diamati di Amerika Serikat (kecuali bagian Timur Laut), Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Kecuali Brazil bagian Barat). Kepulauan Hawaii dan Oseania memiliki ketinggian Bulan antara +2,5° sampai +4°. Sehingga, Bulan tidak dapat dilihat baik dengan maupun tanpa alat bantu optik.


Gambar 4. Peta Elongasi Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H di Indonesia untuk Pengamatan 11 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, elongasi Bulan pada 11 Mei 2020 bernilai antara 4,55° hingga 5,9° ketika Matahari terbenam. Elongasi Bulan untuk Semenanjung Arab sebesar 3°. Sementara di India sekitar 4°. Elongasi Bulan di benua Eropa sekitar 2° hingga 3°, sedangkan di Amerika Utara sekitar 2,5° hingga 4°. Untuk benua Afrika, elongasi Bulan berkisar antara 1,8° hingga 3°. Sedangkan elongasi Bulan di Amerika Selatan sebesar 1° hingga 2°. Elongasi Bulan di Australia sebesar 5° hingga 6° derajat sedangkan di Selandia Baru sekitar 6,5° derajat.


Gambar 5. Peta Elongasi Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H secara global untuk Pengamatan 11 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Berdasarkan tinjauan di atas, maka di seluruh dunia kemungkinan tidak dapat melihat hilal pada petang hari 11 Mei 2021 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1442 Hijriah. Sehingga umur bulan Ramadan dapat digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan 1 Syawal 1442 Hijriah diperkirakan jatuh pada keesokan lusanya pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

Kecuali beberapa negara seperti: Bangladesh, Brunei, Inggris, India, Maroko, Nepal, Oman, Pakistan, Amerika Selatan, dan Afrika bagian Selatan yang memulai 1 Ramadan 1442 Hijriah pada hari Rabu, 14 April 2021; tanggal 29 Ramadan 1442 Hijrah justru jatuh pada hari Rabu, 12 Mei 2021 sehingga kegiatan rukyat hilal baru dapat dilakukan pada tanggal tersebut. Bagaimana dengan kenampakan hilal pada tanggal tersebut? Berikut ulasannya:


Gambar 6. Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H di Indonesia untuk Pengamatan 12 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, ketinggian hilal sudah bernilai positif atau di atas ufuk ketika Matahari terbenam. Ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada 12 Mei 2021 bernilai antara +4,5° hingga +6,5°.


Gambar 7. Peta Ketinggian Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H secara global untuk Pengamatan 12 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Ketinggian hilal untuk Semenajung Arab juga sudah bernilai positif yakni antara +6,5° hingga +7,5°. Sedangkan untuk wilayah Belanda, Inggris, Ukraina dan Nepal, ketinggian hilal berkisar +6°. Ketinggian hilal di Pakistan dan India berkisar antara +5,5° hingga +6,5°. Sementara di Turki berkisar antara +6° hingga +7°, sedangkan di Spanyol beriksah antara +7° hingga +8°. Untuk benua Afrika, ketinggian hilal berkisar antara +5° hingga +9°. Sedangkan ketinggian hilal di Amerika Selatan berkisar antara +2° hingga +11°.


Gambar 8. Peta Elongasi Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H di Indonesia untuk Pengamatan 12 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Terlihat bahwa untuk wilayah Indonesia, elongasi hilal pada 12 Mei 2021 bernilai antara 5,3° hingga 6,75° ketika Matahari terbenam. Sedangkan elongasi hilal di Brunei berkisar 6,2°. Sehingga, hilal memungkinkan untuk dapat dilihat baik dengan maupun tanpa alat bantu optik


Gambar 9. Peta Elongasi Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H secara global untuk Pengamatan 12 Mei 2021. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Elongasi untuk Semenanjung Arab sekitar 8° hingga 9°, sedangkan untuk Eropa bagian Tengah dan Timur, elongasi hilal sekitar 9° hingga 10°. Elongasi hilal di Bangladesh hingga Pakistan sekitar 7° hingga 8°. Sementara di Eropa bagian Barat dan Skandinavia sekitar 10° hingga 11°, sedangkan di Amerika Utara sudah mencapai 12° hingga 14°. Untuk benua Afrika, elongasi hilal berkisar antara 8° hingga 10°. Sedangkan elongasi hilal di Amerika Selatan berkisar antara 10,5° hingga 12°.


Gambar 10. Peta Visibilitas Hilal Awal Bulan Syawal 1442 Hijriah untuk Pengamatan 12 Mei 2020. (Sumber: Dokumentasi Pribadi).

 

Elongasi hilal pada negara-negara-negara tersebut sudah lebih besar, sehingga hilal memungkinkan untuk diamati di seluruh dunia pada petang hari 12 Mei 2021 baik dengan maupun tanpa alat bantu optik.

Dari tinjauan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara global, Idul Fitri 1 Syawwal 1442 H diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

Meskipun demikian, keputusan akhir dalam penentuan 1 Syawwal 1442 H menunggu hasil sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia selaku otoritas tunggal dalam penetapan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah di Indonesia.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah buat seluruh Sahabat Edusainsa yang Muslim dan selamat berlibur panjang bagi Sahabat Edusainsa semuanya. Semoga amal ibadah Sahabat selama bulan Ramadan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun tahun ini tidak mudik atau pulang kampung, tidak menyurutkan niat baik dan semangat untuk tetap bersilaturahim bersama keluarga dan sanak saudara secara virtual. Semoga pandemi dapat segera usai agar dapat kembali beraktivitas normal seperti sebelum pandemi.

Salam Edusainsa!

Comments